Apa itu Quality Control? Tanggung Jawab, Cara Kerja dan Manfaatnya

Dalam suatu perusahaan, biasanya terdapat individu yang bekerja sebagai quality control. Tanpa adanya quality control, produksi barang maupun jasa tidak akan berjalan maupun memberikan hasil yang maksimal.

Nah, selain mengenal sekilas mengenai quality control, sudahkah kamu tahu mengenai tanggung jawab, cara kerja, hingga manfaat adanya quality control di perusahaan?

Simak ulasan lengkap berikut untuk mengenal lebih jauh apa itu quality control dari mulai pengertian hingga manfaat apa saja yang didapat dari adanya quality control.

Apa itu Quality Control

Tahukah Anda apa itu Quality control? Pengertian quality control dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama pengendalian mutu.

Bila dijabarkan, Pengertian quality control adalah rangkaian kegiatan yang berguna untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas dari suatu usaha baik berupa jasa maupun produk supaya mampu memenuhi kepuasan pelanggan.

Selain pengertian umum di atas, Stephen dalam Productivity Series juga memberikan pengertian mengenai quality control.

Dalam sudut pandangnya, Pengertian quality control adalah seluruh rangkaian kegiatan yang efektif untuk mengembangkan, menjaga, dan meningkatkan mutu kerja serta kualitas usaha. Rangkaian kegiatan ini nantinya diharapkan bisa memberikan rasa kepuasan pada para pelanggan dan untuk memproduksi barang serta jasa dengan ekonomis.

Apabila quality control dijelaskan secara lebih sederhana, Pengertian quality control adalah proses yang berjalan untuk memastikan jika semua pihak yang berkepentingan dalam perusahaan mengikuti serta mematuhi standar kualitas yang telah ditentukan.

Dalam setiap perusahaan, standar quality control bisa saja berbeda-beda bergantung pada proses serta prosedur internal di masing-masing perusahaan.

Saat menerapkan quality control, perusahaan diharuskan untuk mempunyai pedoman kualitas atau quality manual. Quality manual itu nantinya akan diberikan ke berbagai unit kerja yang ada di perusahaan.

Dengan adanya quality manual ini, setiap individu di unit kerja yang berbeda akan memahami apa yang menjadi tanggung jawab dan wewenangnya.

Secara fungsi, quality control berhubungan dengan operasional dan teknik dalam kerja supaya memenuhi dengan syarat kualitas produk maupun jasa.

Oleh karenanya, dapat dikatakan kalau tujuan dari quality control bertujuan untuk memastikan apakah produk yang akan dikirimkan ke konsumen benar-benar tidak mempunyai cacat atau memenuhi kualitas produksi perusahaan.

Tanggung Jawab Quality Control

Tanggung Jawab Quality Control
Tanggung Jawab Quality Control

Individu yang bekerja di perusahaan dan bertindak sebagai quality control umumnya akan bertugas untuk menguji produk dari sisi kuantitas dan kualitas selama masa produksi dilakukan.

Proses quality control dimulai dari pemilihan bahan, pengolahan bahan hingga menjadi barang setengah jadi, sampai tiba di akhir produksi dan menjadi produk yang siap jual.

Kemudian, seorang quality control harus bisa memastikan setiap produk memenuhi standar produk maupun layanan yang diberikan oleh perusahaan.

Hal yang terpenting dari semua itu adalah produknya layak untuk dijual di pasaran. Dalam pelaksanaan tugasnya, quality control mempunyai tanggung jawab sesuai dengan tugasnya tersebut. Beberapa tanggung jawab tersebut diantaranya adalah:

  1. Memantau berbagai perkembangan produksi produk yang diproduksi oleh perusahaan
  2. Memonitor setiap proses yang dikerjakan dalam produksi produk
  3. Melakukan verifikasi kualitas dari produk
  4. Memastikan jika kualitas produk sudah memenuhi standard an bisa lolos pemeriksaan
  5. Melakukan rekomendasi untuk pengulangan produksi jika produk yang dihasilkan ternyata berkualitas rendah
  6. Melakukan tes uji kualitas pada produk
  7. Membuat pembukuan personal quality control
  8. Melakukan dokumentasi dan catatan mengenai sejarah perangkat yang dipakai sebelumnya untuk digunakan sebagai referensi kedepannya

Di saat melakukan tanggung jawabnya, seorang quality control harus memiliki laporan harian untuk evaluasi di setiap harinya. Laporan ini akan biasanya terdiri dari formulir pelepasan produk yang berisi catatan tanggal, jam, nama staf yang melakukan quality control, kriteria barang yang akan dikirim.

Dalam kriteria tersebut biasanya akan ditulis kondisi barang, kesesuaian barang, serta kuantitas barang. Jika formulir tersebut sudah selesai dicatat, maka berikutnya akan ditandatangani oleh pihak manager gudang.

Cara Kerja Quality Control

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara kerja dari quality control, akan lebih baik jika kamu mengetahui apa saja keahlian dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang quality control.

Secara umum, semua perusahaan di bidang apapun pastinya akan membutuhkan seorang quality control, entah itu bidang konstruksi, teknis, transportas, hingga perusahaan yang bergerak di bidang layanan.

Mengenai keahliannya, seorang quality control harus mempunyai kemampuan berkaitan dengan kualitas produk dan menguasai alat-alat produksi yang canggih.

Disamping itu, seorang quality control diharuskan mempunyai kemampuan dalam dokumentasi berkaitan dengan jaminan kualitas. Quality control dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan baik dengan departemen lainnya seperti departemen produksi, pengepakan, hingga pemasok.

Kemudian, dalam hal kualifikasi pendidikannya, dibutuhkan individu yang mempunyai ijazah minimal Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tidak jarang beberapa perusahaan mensyaratkan lulusan Sarjana bergantu pada bidang perusahaan.

Kemampuan dalam menghitung juga sangat dibutuhkan untuk seorang quality control. Setidaknya quality control harus mampu melakukan perhitungan aritmatika dan jika memungkinkan juga mempunyai kemampuan dalam hal mekanik.

Individu yang mempunyai sertifikasi di bidang ini akan menjadi nilai plus bagi individu tersebut. Dikarenakan perusahaan cenderung menaruh perhatian lebih pada individu yang mempunyai sertifikasi khusus dalam bidang quality control.

Nah, setelah mengetahui sekilas tentang kualifikasi dan keahlian apa yang dibutuhkan oleh quality control, maka berikutnya kamu perlu mengetahui tentang apa bagaimana sebenarnya cara kerja dari quality control.

Secara umum, untuk melakukan prinsip kerja atau cara kerja quality control, perusahaan akan melakukan langkah-langkah berikut.

Mendengarkan Kemauan Konsumen

Dikarenakan tujuan dari memproduksi suatu barang adalah untuk memberikan layanan kepada konsumen, maka hal pertama yang dilakukan oleh suatu perusahaan adalah mendengarkan bagaimana keinginan dari konsumen.

Dengan begitu, nantinya prosedur quality control juga akan disesuaikan dengan standar kepuasan pelanggan.

Apalagi dalam quality control, prinsip kerja yang paling penting adalah voice of customer atau VOC. Hampir semua konsumen biasanya akan menginginkan tiga hal yaitu better, faster, dan cheaper.

Ketiga hal ini kemungkinan tidak bisa dipenuhi semuanya oleh suatu perusahaan, namun perusahaan diharapkan bisa mengidentifikasi mana dari ketiga hal tersebut yang lebih penting untuk konsumen.

Dalam mengidentifikasi hal tersebut, perusahaan bisa melakukan beberapa cara seperti melakukan wawancara, menyebarkan kuesioner, melihat ulasan maupun komplain yang diberikan, dan cara-cara lainnya yang dinilai ampun untuk mengidentifikasi keinginan konsumen.

Baca Juga : Pengertian Konsumen Adalah

Melakukan Pengukuran Tingkat Kualitas

Jika keinginan konsumen sudah dapat diidentifikasi, maka cara kerja seorang quality control berikutnya sedikit banyak akan berhubungan dengan pengukuran.

Dengan kemampuan menghitung yang baik, seorang quality control akan mampu mengetahui apa saja pekerjaan yang harus diselesaikannya.

Dalam hal ini, quality control akan menentukan apa saja yang diukur, bagaimana cara mengukur, dan kapan waktu yang tepat untuk mengukur.

Dalam proses kerja ini, data adalah hal yang sangat penting karena nantinya akan dibutuhkan dalam proses analisis quality control. Dibutuhkan pembuatan format data yang sesuai supaya analisis bisa dilakukan dengan benar pula.

Mengevaluasi Tingkat Quality control

Dalam mengevaluasi tingkat quality control, hal yang harus dilakukan adalah menganalisis data yang dikumpulkan dengan bantuan statistik.

Dengan bantuan statistik, akan diketahui bagian mana saja dari proses quality control yang bermasalah. Untuk data yang digunakan dalam proses ini biasanya hanya data sampling saja dan tidak mencakup 100% data yang dimiliki.

Keuntungan menggunakan statistik juga akan membantu dalam identifikasi hal-hal kecil dalam proses yang bisa menimbulkan masalah besar apabila tidak ada tindakan korektif sejak awal. Metode statistik yang dipakai umumnya adalah statistical process control atau SPC.

Metode ini telah terbukti mampu mengidentifikasi masalah-masalah kecil yang muncul sebelum mengakibatkan dampak yang besar pada produk.

Sehingga, bisa dijadikan antisipasi supaya produk yang diproduksi tidak menghasilkan produk yang buruk.

Manfaat Quality control

Manfaat Quality control
Manfaat Quality control

Adanya quality control dalam suatu perusahaan memberikan manfaat yang cukup bagus. Manfaat-manfaat yang didapatkan tidak hanya berguna bagi perusahaan saja, tetapi juga bagi konsumen. Beberapa manfaat quality control tersebut diantaranya adalah:

Memproduksi dan Menghasilkan Produk dengan Kualitas Tinggi

Apabila ada quality control, proses produksi suatu produk maupun layanan yang dihasilkan akan cenderung lebih berkualitas.

Hal ini karena adanya kontrol yang ketat supaya produk yang dihasilkan benar-benar memenuhi standar kualitas yang ditentukan oleh perusahaan.

Menghindari Adanya Pemborosan

Adanya quality control juga akan membantu proses produksi barang sesuai dengan kuantitas yang ditentukan. Dengan begitu, akan terhindar dari adanya pemborosan akibat produk-produk yang tidak sesuai dengan jumlah yang ditentukan.

Apalagi saat ini limbah atau waste dari proses produksi bisa dikatakan sudah sangat melimpah, maka proses quality control ini akan menghindari adanya hal tersebut.

Memberikan Kepuasan untuk Pelanggan

Manfaat lain yang akan didapatkan ketika melakukan quality control tidak lain barang yang diproduksi akan memenuhi kepuasan pelanggan.

Terlebih saat melakukan produksi, hal yang diutamakan adalah kualitas produk yang sesuai dengan apa yang pelanggan inginkan. Apalagi dimulai dari proses awal quality control adalah mendengarkan dulu apa keinginan dari klien.

Baca Juga : Cara Mengukur Indikator Kepuasan Pelanggan

Meningkatkan Tingkat Kepercayaan Pelanggan

Selain kepuasan pelanggan, melakukan quality control juga akan memberikan manfaat dengan semakin meningkatnya tingkat kepercayaan pelanggan.

Ini bisa saja terjadi saat produk yang dihasilkan memang berkualitas tinggi dan memenuhi kebutuhan konsumen. Jika hasil produk sudah sangat sesuai dan berkualitas, konsumen akan merasa semakin percaya jika produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut memang produk terbaik.

Meningkatkan Efisiensi Produksi

Proses produksi yang efisien dan efektif adalah hal yang paling dimpikan oleh semua perusahaan. Ketika produk bisa diproduksi secara efisien, maka perusahaan juga akan diuntungkan karena pengeluaran dana untuk produksi juga tidak membengkak.

Menghindari Adanya Kerja Ulang

Saat efisiensi produksi meningkat, proses produksi akan terhindar dari yang namanya kerja ulang. Kerja ulang tentu akan merugikan beberapa pihak mulai dari karyawan produksi juga perusahaan itu sendiri.

Bagi karyawan, melakukan kerja ulang akan menambah beban kerja dan pastinya akan membuat tubuh semakin lelah. Di lain sisi, perusahaan juga akan dirugikan dari segi finansial apabila proses kerja dilakukan secara berulang-ulang.

Demikian ulasan mengenai apa itu quality control sebagai salah satu bagian yang ada di perusahaan. Bisa dikatakan jika adanya quality control mampu memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan dan konsumen.

Namun, tugas dari quality control sendiri tidak mudah karena harus bisa memastikan jika hasil produksi benar-benar memenuhi kualitas yang ingin dicapai. Dikarenakan tanggung jawabnya yang tidak mudah, butuh kualifikasi khusus pula untuk menjadi seorang quality control yang baik.

Leave a Comment


Notice: Undefined index: popup_cookie_glcbi in /home/jokowari/public_html/wp-content/plugins/cardoza-facebook-like-box/cardoza_facebook_like_box.php on line 924