Apa itu Retail? Pengertian, Jenis, Fungsi dan Contohnya

Ketahuilah Apa itu Retail? Pengertian retail adalah satu istilah yang berhubungan dengan perdagangan.

Saat mendengar kata retail, mungin kebanyakan orang akan langsung mengarah pada penjualan produk eceran. Namun, apakah itu merupakan arti yang sebenarnya?

Nah, untuk mengetahui apa sebeneranya retail itu, dan apa fungsinya, serta jenis-jenis dari retail, dan contoh retail berikut akan ada ulasan lengkapnya..

Apa itu Retail?

Pengertian retail berasal dari bahasa Perancis ‘retailer’, yang mana artinya retail adalah ‘memotong menjadi kecil-kecil’.

Namun, dalam bahasa Inggris, istilah retailer ini lebih merujuk kepada penjual retail.

Kemudian, apabila didefinisikan secara harfiah, retail adalah penjualan komoditas kecil kepada para konsumen.

Selain definisi secara umum, masih ada beberapa definisi lain yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya adalah sebagai berikut

1. Menurut Levy and Weitz

Levy and Weitz mendifinisikan retail sebagai rangkaian kegiatan bisnis yang bertujuan untuk menambah nilai fungsi barang maupun jasa yang dijual kepada para konsumen, baik itu untuk konsumsi pribadi maupun konsumsi rumah tangga.

Dari pengertian yang dipaparkan oleh Levy dan Weitz menunjukkan jika konsumen yang jadi sasaran retail adalah konsumen akhir.

Konsumen akhir ini membeli barang atau jasa untuk digunakan sendiri.

2. Menurut Kotler

Tak berbeda jauh dengan Levy dan Weltz, Kotler mendifinisikan apa itu retail sebagai kegiatan penjualan baik barang atau jasa kepada konsumen akhir.

Penggunaan barang dan jasa itu akan bersifat untuk keperluan pribadi dan bukan untuk keperluan bisnis.

3. Menurut Berman dan Evans

Berman dan Evans menjelaskan bahwa retail adalah usaha bisnis yang ingin memasarkan barang dan jasanya kepada konsumen akhir.

Nantinya, konsumen akan menggunakannya sebagai keperluan pribadi dan bukan untuk dijual kembali.

4. Menurut Gilbert

Berikutnya, Gilbert juga turut menyumbangkan pemikirannya mengenail apa itu retail.

Menurut pendapatnya, retail adalah suatu usaha atau bisnis yang bertujuan untuk memuaskan konsumen akhir dengan penjualan barang dan jasa sebagai inti distribusi.

Dari beberapa definisi yang diutarakan oleh para ahli tersebut, dapat dikatakan jika retail adalah usaha eceran sebagai mata rantai terakhir dalam distribusi.

Usaha ini terdiri dari aktivitas penjualan baik jasa maupun barang kepada konsumen akhir.

Konsumen akhir di sini diharuskan sebagai konsumen non-bisnis, yang hanya menggunakan barang untuk konsumsi pribadi, bukan dijual kembali.

Fungsi Retail

Kegiatan retail mempunyai fungsi tersendiri dan biasanya akan mencakup beberapa kegiatan seperti menyediakan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen akhir, menjual barang atau jasa dengan harga yang pantas, menyampaikan dengan baik kepada konsumen, serta meyakinkan konsumen kalau barang atau jasa yang dijual benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

Kemudian, dalam hal fungsi, setidaknya ada 3 fungsi retail yang dikutip dari William R. Davidson. Fungsi-fungsi tersebut diantaranya adalah:

  1. Menggolongkan barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan konsumen secara pribadi maupun untuk kolektif.
  2. Menawarkan barang dan jasa dengan jumlah kecil supaya lebih mudah dijangkau oleh para konsumen individu atau keluarga.
  3. Menawarkan barang atau jasa dengan beberapa keunggulan seperti keefisienan transaksi, lokasi dan waktunya yang terjamin, informasi jelas mengenai produk, dan harga yang bisa bersaing.

Jenis Retail

Retail dikategorikan ke dalam empat kategori utama yaitu berdasarkan lini produk, berdasarkan kepemilikannya, strategi penerapan harga dan berdasarkan lokasi. empat kategori ini akan dikupas satu persatu di bawah ini.

1. Jenis Retail Berdasarkan Lini Produk

Retail berdasarkan lini produk terbagi ke dalam 3 jenis yang mana jenis tersebut masih terbagi ke dalam beberapa jenis lagi. Untuk selengkapnya dapat disimak lewat penjelasan berikut.

Pengecer Toko (Store Retailing)

Pengecer Toko (Store Retailing)
Pengecer Toko (Store Retailing)

Jenis pertama dari retail disebut dengan pengecer toko atau store retailing. Jenis ini terbagi lagi ke dalam 8 jenis diantaranya sebagai berikut.

  • Special Store

Special store merupakan toko spesial yang menjual produk khusus dalam satu lini. Dalam kata lain, retailer dalam special store melayani konsumen dengan segmen pasar kecil dengan produk-produk khusus.

Biasanya special store tidak dalam bentuk yang besar melainkan dalam bentuk kecil milik pribadi, usaha perseorangan, hingga CV.

  • Department Store (Toserba)

Berbeda dengan special store yang hanya menyediakan produk dalam satu lini, department store atau toserba menawarkan produk lebih banyak dengan berbagai pilihan.

Umumnya, department store tergolong usaha bervolume besar. Department store dibagi lagi ke dalam dua jenis yaitu line department store dan limited line department store.

  • Convenience Store

Convenience store merupakan toko kecil yang biasanya terletak di wilayah pemukiman maupun di wilayah high traffic dengan waktu operasional buka hingga 24 jam.

Barang atau produk yang dijual pun sangat beragam mulai dari minuman, snack, rokok, dan lainnya.

Namun, untuk harga, barang yang dijual dalam convenience store cenderung lebih tinggi bila dibandingkan dengan toko kelontong pada umumnya.

  • Supermarket

Pasar swalayan atau supermarket merupakan toko yang relatif besar dengan harga yang lebih rendah.

Supermarket menyediakan banyak barang untuk konsumen mulai dari makanan, minuman, kebutuhan rumah tangga, buah-buahan, sayuran, ikan segar, dan masih banyak lagi.

  • Discount Store

Discount store menjadi toko yang menjual barang-barang dengan standar harga yang lebih murah dikarenakan marjin yang diambil lebih rendah,

Namun barang yang dijual umumnya bervolome lebih tinggi dibandingkan dengan supermarket. Meskipun harganya cukup murah, tetapi kualitas barangnya juga tetap barang bermutu.

  • Off-Price Retailer

Off-price retailer sebenarnya merupakan pengecer yang membeli barang dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga grosir, kemudian menetapkannya dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga eceran.

Barang yang dijual dapat berubah-ubah dikarenakan seringnya merupakan barang yang tidak laku, sisa, bahkan cacat. Off-price retailer terbagi lagi ke dalam 3 jenis yaitu factory outlet, independent off-price retailer, dan klub gudang.

  • Super Store

Pengertian Super store merupakan kombinasi dari discount store dan supermarket, namun harga yang ditawarkan lebih murah.

Super store biasanya akan memberikan pelayanan berupa perbaikan sepatu, pembayaran tagihan, hingga makan siang murah. Superstore juga terbagi ke dalam beberapa jenis yaitu toko kombinasi dan hypermarket.

  • Catalog Show Room

Catalog show room atau dikenal juga dengan ruang pamer katalog umumnya menjual banyak pilihan produk dengan marjin tinggi dan bermerek, namun dengan harga diskon.

Produk yang dijual umumnya berupa alat-alat pertukangan, mainan, alat olahraga, perhiasan, dan lain-lain.

Penjualan Eceran Bukan Toko (Non-Store Retailing)

Penjualan Eceran Bukan Toko (Non-Store Retailing)
Penjualan Eceran Bukan Toko (Non-Store Retailing)

Kategori retail kedua yaitu penjualan eceran bukan toko atau non-store retailing. Jenis yang ini terbagi ke dalam 4 macam lagi yang akan dikupas lebih lanjut berikut.

  • Direct Selling

Bentuk penjualan direct selling sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu. Bahkan, dimulai dari adanya pedagang keliling yang kemudian berkembang menjadi industri besar yang menjual produk dari rumah ke rumah maupun kantor ke kantor.

Ada 3 macam direct selling yang bisa ditemukan yaitu one to one selling, one to many selling, dan multi-level marketing.

  • Direct Marketing

Direct marketing berawal dari penawaran produk lewat katalog maupun surat. Namun, setelah berkembangnya zaman, direct marketing berubah menjadi pemasaran yang mencakup berbagai cara pemasaran.

Misalnya lewat telepon (telemarketing), pemasaran lewat televisi (home shopping), dan belanja elektronik.

  • Automatic Vending

Automatic vending tergolong sebagai jenis retail yang berkembang berkat adanya kemajuan teknologi.

Umumnya, automatic vending ini akan diletakkan di tempat-tempat yang strategis atau tempat yang sering dilewati oleh orang-orang.

Tidak dibutuhkan semacam wiraniaga untuk menjaga automatic vending karena mesin ini bekerja secara otomatis.

  • Buying Services

Jenis retail satu ini termasuk retail yang melayani konsumen berupa organisasi-organisasi besar seperti sekolah dan rumah sakit.

Anggota organisasi biasanya akan menjadi anggota jasa pembeli dan berhak melakukan pembelian dari daftar pengecer yang tersedia.

Organisasi Pengecer (Retailer Organization)

Kategori ketiga dari retail disebut dengan organisasi pengecer atau retailer organization. Jenis ini juga dikelompokkan lagi ke dalam berbagai jenis yang akan dibahasa sebagai berkut.

  • Voluntary Cooperative

Definisi dari voluntary cooperative atau jaringan sukarela adalah sekelompok pengecer independen yang didukung oleh pedagang besar.

Biasanya voluntary cooperative akan melakukan pembelian borongan dan perdagangan secara umum.

  • Koperasi Pengecer

Ketahuilah bahwa Koperasi pengecer adalah pengecer independen yang membentuk organisasi pembelian secara terpusat serta mereka melakukan promosi bersama.

  • Koperasi Konsumen

Dalam retail satu ini, sekolompok konsumen akan membentuk suatu komunitas dan mereka akan mengelola suatu toko secara bersama.

  • Organisasi Waralaba (Franchise Organization)

Organisasi waralaba diartikan sebagai suatu organisasi yang membeli hak kepemilikan dan mengoperasikan suatu bisnis.

  • Merchandising Conglomerate

Retail satu ini mempunyai bentuk bebas yang menggabungkan berbagai lini dan bentuk eceran yang berbeda dengan kepemilikan yang terpusa.

  • Jaringan Toko Koperasi

Jaringan toko koperasi terdiri dari 2 atau lebih toko yang dimiliki serta dikontrol secara terpusat. Beberapa toko ini juga menjual lini perdagangan yang sama.

2. Jenis Retail Berdasarkan Kepemilikan

Setelah melihat daftar panjang jenis retail berdasarkan lini produknya, berikutnya juga ada retail yang dikategorikan sesuai dengan kepemilikannya.

Terdapat 2 jenis retail yang didasarkan pada kepemilikannya diantaranya adalah sebagai berikut.

Independent Store

Independent store ini dimiliki oleh pribadi dan pemilik tersebut juga sekaligus sebagai pimpinan dari toko yang dimiliki. Pada jenis ini, tentunya pemilik lebih bebas dalam menentukan strategi pemasaran dan manajemen tokonya.

Corporate Chain Store

Corporate chain store merupakan retail yang berada di bawah kepemilikan satu organisasi. Setiap toko menjual produk dengan lini yang saya dan struktur distribusi yang sama.

3. Berdasarkan Strategi Penetapan Harga

Harga yang ditawarkan oleh retailer sangat beragam dari harga yang sangat murah hingga harga yang mahal.

Jangankan berbeda merek, merek yang samapun setiap retailer akan menawarkan harga yang berbeda-beda (beragam).

Harga tersebut tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya dengan adanya pelayanan yang lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya sehingga barang jauh lebih mahal.

Cara melakukan pemasaran yang menarik dengan pelayanan terbaik biasanya dilakukan oleh deoartment store atau seseorang yang memiliki keahlian khusus dalam bidang pemasaran.

Namun tidak sedikit pengecer yang menjual produk tersebut dengan merk yang sama dengan harga yang murah. Nah ini biasanya terjadi pada discount store. Barang barang yang dijual biasanya barang rumah tangga.

4. Berdasarkan Lokasinya

Retail berdasarkan lokasinya dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu :

  • Strip development (mal strip), adalah salah satu area lahan yang memiliki nilai komersial yang sengaja dikembangkan sehingga seluruh orang memiliki akses secara langsung ke area parkir dan juga jalan.
  • Downtown central business districts, adalah pusat bisnis di sebuah kota yang memiliki nilai komersial.Biasanya dikota besarmempunyai kawasan finansial dan juga distrik keuangan.
  • Shopping center adalah salah satu tempat yang memiliki fungsi perdagangan eceran dan retail. Kedua hal tersebut digabung menjadi satu kesatuan dalam satu komplek ataupun satu bangunan.

Contoh Retail

Untuk lebih jelasnya memahami konsep retail, dibutuhkan juga contoh yang nyata mengenail retail itu sendiri. Nah, berikut ini akan ada beberapa contoh retail yang disesuaikan dengan jenis dari retail.

Contoh yang pertama ini tergolong sebagai contoh retail jenis department store.

Department store tersebut biasanya menjual produk yang didasarkan pada berbagai kategori seperti kecantikan, pakaian, peralatan rumah tangga, dan lains sebagainya.

  • K-Mart: Retail satu ini merupakan contoh dari convenience store yang buka dalam kurun waktu 24 jam.
  • Body shop, toko mebel, Ace Hardware (menjual perkakas rumah tangga), Guardian (menjual alat kesehatan): Beberapa retail tersebut tergolong sebagai special store.

Selain ketiga contoh di atas, masih banyak lagi contoh dari retail yang bisa ditemukan di lingkungan sekitar.

Lalu! Bagaimana Cara Kerja Bisnis Retail?

Secara umum bisnis retail memiliki sistem kerja yang bisa memberikan pasokan produk atau dagangan hingga ke tangan konsumen yang terakhir.

Perlu diketahui bahwa perusahaan yang berada didalam bidang retail bekerjasama dnegan usaha lainnya yang memiliki fungsi dalam siklus pasokan ritel.

Nah untuk siklus pasokan tersebut terdiri dari : Produsesn, grosir, retailer dan akhirkan ke tangan konsumen akhir.

Beberapa peranan penting dalam siklus pasokan retail secara umum adalah sebagai berikut :

  • Produsen, adalah pihak yang mengelolah dan membuat produk yang berasal dari kumpulan bahan baku, alat dan tenaga kerja.
  • Pedagang grosir, adalah pihak yang melakukan pembelian produk dari produsen kemudian dijual kembali kepada pengecer.
  • Retailer, Adalah pihak yang membeli barang atau produk dari grosir kemudian menjualnya kembali kepada pengguna atau konsumen akhir.
  • Konsumen, adalah pembeli barang atau produk dari retailer yang mana barang tersebut digunakan dan tidak dijual kembali.

Kesimpulan

Dari uraian diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa retail adalah pihak yang menjual barang atau produk dalam skala yang kecil kepada konsumen atau pihak akhir untuk digunakan sendiri.

Secara umum konsumen membeli sebuah produk dari retailer akan digunakan sendiri, namun kadang konsumen membeli produk kemudian diberikan kepada pihak lain sebagai hadiah.

Nah semoga penjelasan mengenai Apa itu Retail? Pengertian, Jenis, Fungsi dan Contohnya mudah untuk dipahami. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment