3 Cara Membuat Artikel Berkualitas Yang Wajib Dicoba

Cara Membuat Artikel Berkualitas – Menulis merupakan hal yang sangat menantang, terutama bagi setiap orang yang menyukainya.

Menyusun kata demi kata menjadi sebuah rangkaian alur cerita merupakan salah satu karya seni yang wajib diapresiasi oleh siapapun.

Sobat, janganlah menganggap bahwa menulis merupakan hal yang mudah; mungkin terlihat mudah, namun pada kenyataannya, kita dituntut oleh berbagai unsur yang harus kita sisipkan pada setiap tulisan yang kita buat.

Setiap tuntutan-pun bervariasi, tergantung oleh media penulisan dimana sobat berkecimpung.

Penulisan buku – entah itu novel ataupun yang lain sangat berbeda dengan tuntutan yang akan sobat hadapi ketika sobat menulis untuk sebuah website maupun media cetak.

Namun, satu hal yang pasti, kita wajib memberikan sebuah wawasan dan pandangan baru kepada para pembaca kita.

Saat ini, kami akan membahas mengenai penulisan artikel untuk website sobat sekalian.

Menulis artikel untuk website juga memiliki kesulitan yang tidak bisa disamakan dengan berbagai tulisan lainnya, terutama berhubungan dengan mekanisme kerja antara website dan mesin pencari atau Google.

Karenanya, seringkali kita dituntut untuk menguasai SEO demi tujuan kemudahan peringkat.

Namun, seringkali, SEO menghambat atau membatasi ruang kita dalam merangkai kata-kata yang berujung pada penulisan artikel yang monoton dan datar.

Tentunya, hal ini menjadi hal yang sangat riskan, menimbang bahwa menulis adalah kebebasan seseorang untuk berpikir dan berimajinasi.

Cara Membuat Artikel Berkualitas

Nah, karenanya, kali ini, kami akan membantu sobat untuk membuat artikel-artikel yang berkualitas, yang tidak hanya enak dibaca, namun mengandung berbagai alur yang menarik dan tidak membosankan.

1. Tentukan Sasaran Pembaca

Hal yang wajib diketahui oleh penulis adalah bagainama ia memilih sasaran pembaca. Rentang usia sangat penting untuk mengatur dan memilih tema untuk setiap artikel yang sobat tulis.

Contohya, minat pembaca usia dewasa dan tua sangat berbeda dengan minat pembaca usia remaja maupun anak muda.

Umumnya, orang yang lebih tua akan lebih tertarik dengan tema yang serius, sperti halnya politik dan bisnis.

Sedangkan anak-anak muda dan remaja lebih tertarik dengan artikel seperti halnya showbiz, berita mengenai artis-artis favorit mereka, maupun tema-tema yang merujuk pada fashion.

Ya, dunia keduanya tidaklah bisa disatukan, dan sebagai penulis yang baik, kita wajib – dengan bijaksana mengatur dan merangkai kata-kata seusai dengan target usia yang telah kita tetapkan.

Untuk artikel non-formal, sobat tidak harus menggunakan kalimat yang persis seperti yang tertera pada EYD; namun, dalam penulisan artikel formal, EYD wajiblah menjadi acuan nomor satu dalam penyusunan artikel.

Pada intinya, semua harus diterapkan sesuai porsi, situasi, dan kondisi yang seimbang.

2. Gunakan Judul yang Memikat

Meskipun ada kalimat don’t judge the book from its cover, tapi – yah, bagaimana lagi, seringkali kita tertarik pada sebuah buku karena terpikat oleh sampul mereka yang memukau.

Begitu pulalah sebuah artikel. Jika sobat ingin membuat artikel yang dibaca oleh banyak orang, sobat wajib menggunakan judul yang memikat untuk menarik minat para pembaca.

Bahkan saat ini, beberapa orang berpendapat bahwa persaingan artikel terjadi pada judul si artikel, dan itu benar sekali.

Menurut sebuah survey, dari seratus orang pembaca, kurang lebih hanya sekitar dua puluh orang saja yang benar-benar membaca isi dari artikel tersebut.

Lalu bagaimana dengan sisa delapan puluh orang lainnya? Orang-orang ini ternyata hanya membaca judul artikel yang mereka lihat.

Maka, pergunakanlah judul semenarik mungkin, namun tidak hanya menjadi sebuah pancingan saja, imbangilah denga isi konten yang baik dan berbobot.

Sekali pembaca tahu bahwa sobat hanya mengunggah artikel-artikel berkualitas, maka sudah dapat dipastikan orang tersebut akan menjadi pembaca setia dari artikel sobat.

Baca Juga : Ciri Jasa Penulis Artikel Berkualitas

Seperti halnya seorang penulis novel, setiap orang memiliki pengarang favorit mereka, karena menurut mereka, pengarang tersebut memiliki kelebihan dibandingkan dengan pengarang yang lain.

3. Paragraf Tidak Terlalu Panjang

Perbedaan mencolok dari artikel dan buku adalah, dalam artikel sobat dilarang keras untuk menulis satu paragraph yang terdiri lebih dari lima baris.

Mengapa demikian?

Pasalnya, di internet, paragraf yang terlalu panjang secara otomatis akan dilewati oleh para pembacanya. Jika ditanya mengapa demikian, tidak ada yang tahu pasti mengapa fenomena ini bisa terjadi.

Hal ini tentu saja tidak terjadi dalam sebuah buku. Jika sobat membaca sebuah buku, kita akan dibawa lebih fokus untuk terus mengikuti alur cerita dengan sabar dan tenang.

Kalau-pun kita bisa menebak hal mendasar yang menyebabkan kemalasan para pembaca untuk membaca di internet adalah ketidaknyamanan media itu sendiri.

Bukanlah rahasia umum bahwa laptop, komputer, maupun ponsel sobat merupakan media yang tidak menyehatkan untuk mata.

Mungkin hal itu juga yang menyebabkan kita menjadi malas untuk membaca suatu artikel yang terlalu panjang pada media elektronik milik kita.

Maka, susunlah sebuah artikel yang terdiri – paling banyak – lima baris di setiap paragrafnya.

Baca Juga : Cara Mengatasi Malas Menulis di Blog

Leave a Comment