4 Cara Memperbaiki Sistem Payroll yang Berantakan

Tahukah Anda bagaimana Cara Memperbaiki Sistem Payroll yang Berantakan? Memberikan pengelolaan gaji kepada karyawan adalah kewajiban utama perusahaan.

Maka dari itu, perusahaan harus memaksimalkan sistem pengelolaan gaji atau payroll demi menjaga stabilitas kerja para karyawan itu sendiri.

Namun, tidak menutup fakta bahwa banyak perusahaan sering mengalami masalah pada pengelolaan gaji.

Umumnya, masalah yang ditemui berupa komponen gaji yang tertukar, salah hitung gaji, hingga keliru menetapkan penghasilan tidak kena pajak.

Bila dibiarkan, sistem berantakan akan mengganggu dan menghambat produktivitas kerja.

Karena karyawan tidak akan percaya lagi kepada kemampuan perusahaan dalam mengelola karyawannya.

Cara Memperbaiki Sistem Payroll

Lalu, apa sih yang bisa HRD lakukan untuk memperbaiki sistem payroll yang bermasalah? Mari ikuti ulasan berikut ini!

1. Pahami dan Update Soal Regulasi

Penggajian karyawan erat kaitannya dengan regulasi dan UU Ketenagakerjaan. Tak jarang regulasi tersebut berubah menyesuaikan perkembangan hidup.

Contohnya dalam aspek Upah Minimum Regional (UMR). Jika ada perubahan, maka perusahaan wajib segera mempelajarinya dan mengimplementasikan dalam pengelolaan gaji.

Sehingga, pengelolaan gaji tetap berjalan lancar, menguntungkan karyawan, dan menghindari perusahaan dari risiko masalah hukum.

2. Audit Informasi Karyawan

Berbagai informasi karyawan seperti status kerja, jabatan, dan lainnya akan mempengaruhi penggajian karyawan.

Tidak jarang berbagai informasi karyawan berubah, tetapi di bagian sistem payroll tidak ikut berubah. Hal ini disebabkan karena informasi karyawan tidak terintegrasi satu sama lain.

Untuk mengatasi hal kini, HRD dapat melakukan audit informasi karyawan secara rutin.

Sehingga informasi yang akan digunakan dalam penggajian karyawan merupakan informasi terbaru dan valid. Dengan begitu, berbagai masalah dalam penggajian dapat diminimalisir.

3. Lakukan Evaluasi Berkala

Beberapa kekeliruan dan kesalahan dalam penggajian tidak akan bisa diselesaikan bila HRD tidak melakukan evaluasi berkala.

Dari evaluasi berkala, HRD dapat meninjau apa penyebab utama sistem payroll yang bermasalah dan strategi seperti apa yang akan digunakan untuk menyelesaikannya.

HRD juga bisa membandingkan sistem penggajian di periode sebelumnya untuk memperoleh insight tertentu atau bahkan menganalisisnya menggunakan analisis SWOT.

4. Otomatisasi dengan Software Payroll

Tugas HRD cukup rumit dan kompleks. Mulai dari mengelola data karyawan, mengadakan penilaian kinerja, rekap laporan absensi, hingga memproses penggajian.

Pastinya kepadatan tugas HRD sangat memusingkan kepala dan akhirnya membuat HRD keteteran dalam menyelesaikan tugas.

Jika sudah begini, perusahaan dapat mencoba implementasi software payroll untuk otomatisasi penggajian.

Otomatisasi ini tidak terbatas pada perhitungan gaji, tetapi juga bisa dilakukan untuk memproses laporan penggajian, slip gaji, mengolah data karyawan untuk penggajian, sampai memproses pajak penghasilan.

Sehingga sistem payroll dapat berjalan lancar dan kondusif.

Contohnya adalah LinovHR. Software payroll dari LinovHR sudah banyak digunakan perusahaan karena sistem keamanannya yang ketat dan fitur yang mudah digunakan.

Dengan identifikasi yang benar, masalah sistem payroll yang berantakan pun bisa diselesaikan.

Semoga tips di atas dapat membantu Anda dalam memaksimalkan pengelolaan pengajian atau sistem payroll!

Leave a Comment