5 Cara Mendaftarkan Merek Dagang Bisnis Anda

Cara Mendaftarkan Merek Dagang – Apakah Anda sekarang sedang ingin memulai bisnis yang dijalankan secara pribadi.

Jika anda sedang di posisi ini, pasti anda sedang bingung untuk mencari merek untuk perusahaan atau barang anda.

Salah satu planning awal untuk memulai bisnis adalah dengan mencari merek dagang atau merek perusahaan Anda.

Jika jenis bisnis Anda adalah bisnis franchise, mungkin Anda tidak harus memikirkan merek tersebut. Namun jika Anda ingin memulai bisinis Anda sendiri Anda harus mendaftarkan merek Anda terlebih dahulu.

Sekarang ini sudah banyak tersebar bisnis online maupun offline. Namun tahukah Anda bahwa beberapa merek yang mereka gunakan belum didaftarkan.

Banyak yang tidak mendaftarkannya karena beberapa alasan, salah satunya masalah dana yang diperlukan untuk mendaftarkan merek dagang tersebut.

Mengapa merek harus didaftarkan?

Terlihat sepele namun ini sangat penting

untuk kemajuan bisnis Anda kedepannya. Dan juga merek adalah salah satu kekayaan intelektual yang dimiliki perusahaan.

Merek yang sudah didaftarkan bisa jadi alat bukti di pengadilan bagi pemilik yang berhak atas merek itu. Alat buktinya adalah sertifikat merek tersebut yang diterbitkan oleh Menteri Hukum dan Ham.

Alat bukti tersebul juga bisa untuk penolakan dan mencegah agar orang lain tidak memakai merek tersebut, dan Anda juga bisa menggugat jika memang ada pihak lain yang menggunakan merek tersebut.

Tapi tidak semua merek dapat diterima pendaftarannya. Ada dua faktor yang menyebabkan merek tidak bisa didaftarkan, satu karena merek tersebut tidak dapat didaftarkan dan karena merek tersebut tidak boleh digunakan. Berikut penjelasannya.

Menurut Pasal 20 UU Merek dan Indikasi Geografis, penyebab suatu merek tidak dapat didaftarkan adalah sebagai berikut :

  • Bertentangan dengan ideologi negara, peraturan perundang-undangan, moralitas, agama, kesusilaan, atau ketertiban umum.
  • berkaitan dengan, Sama dengan, atau hanya menyebut nama barang dan/atau jasa yang didaftarkan oleh pemohonnya.
  • Memuat hal yang salah dan menyesalkan seperti asal, kualitas, jenis, ukuran, macam, dan juga tujuan penggunaan barang dan/atau jasa.
  • Dilarang mendaftarkan nama varietas tanaman yang dilindungi.
  • Memuat keterangan yang salah atau yang tidak sesuai dengan kualitas, manfaat, atau khasiat dari barang dan jasa yang diproduksinya.
  • Tidak memiliki daya pembeda dengan produk lainnya
  • Merupakan nama dan lambang milik umum

Maka dari itu anda harus memikirkan dengan matang apa nama merek yang cocok untuk perusahaan Anda atau brand yang Anda ingin buat.

Cara Mendaftarkan Merek Dagang

1. Memilih Merek Dagang

Anda harus menelusuri merek dagang yang cocok dengan Anda dan perusahaan Anda.

Menelusuri merek dagang adalah langkah pertama yang tepat sebelum Anda mengajukan permohonan merek dagang Anda. Hal ini sangat penting untuk menghindari penolakan dari pihak terkait.

Anda bisa meminta bantuan teman Anda untuk meminta saran nama yang bagus, atau anda dapat mencarinya di google.

2. Persiapkan Persyaratan

Setelah Anda telah memikirkan merek yang sesuai Anda harus mengunjungi website terkait untuk pendaftaran merek. Setelah pergi ke website terkait Anda harus menyiapkan beberapa persyaratan berikut.

  • Pemohon diharuskan untuk mengisi biodata antara lain Nama, alamat dan kewarganegaraan.
  • Diharuskan menyiapkan 30 Contoh merek dengan ukuranĀ  maksimal 9 x 9 cm dan minimal 2 x 2 cm
  • Menyiapkan daftar barang atau jasa yang diberi merek
  • Surat Pernyataan kepemilikan dari pemohon
  • Surat Kuasa (jika diperlukan)
  • Fotokopi KTP pemohon
  • Fotokopi NPWP (khusus pemohon perusahaan)

3. Prosedur pendaftaran merek

Prosedur pendaftaran merek dibagi menjadi 2 kelompok diantaranya adalah pengajuan merek dilakukan oleh pemohon langsung dan dapat juga melalui proses verifikasi oleh Ditjen HKI.

Pemohon diharuskan mengisi formulir pendaftaran tentang merek dengan berbagai syarat dan ketentuan lainnya yang harus dipenuhi, seperti surat keterangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), etiket merek, surat kuasa khusus, bukti pembayaran pendaftaran merek, dan bukti penerimaan permintaan pendaftaran merek.

Kemudian Ditjen HKI akan memeriksa pendaftaran yang telah dilakukan tersebut, hingga akhirnya terbit sertifikat merek produk atau jasa anda.

4. Pemeriksaan formalitas dan subtantif

Dalam Pemeriksaan Formalitas Pertama adalah dilakukan pemeriksaan kelengkapan persyaratan registrasi merek tertentu.

Pastikan pemohon sudah melengkapi persyaratan yang diminta oleh Ditjen HKI, Bila ada syarat yang kurang, maka Ditjen HKI akan meminta kelengkapannya sekurang kurangnya dalam waktu 2 bulan, sejak surat permintaan pertama diterima oleh pemohon.

Selanjutnya proses pemeriksaan Substantif yaitu dilakukan dalam jangka waktu satu bulan, terhitung sejak tanggal penerimaan permohonan registrasi merek diterima oleh pihak Ditjen HKI.

Pemeriksaan Substantif dilakukan kurang lebih selama Sembilan bulan. Jadi pemohon harus sabar untuk menunggunya prosesnya.

5. Pengajuan keberatan

Setelah merek dagang disetujui, 10 hari kemudian pihak Ditjen HKI akan mengumumkan permohonan yang diajukan tersebut dalam sebuah berita resmi merek.

Pengumuman akan berlangsung selama tiga bulan. Jadi pemohon selalu mengecek secara berkala.

Apabila pihak pemohon merasa keberatan dalam proses ini, pemohon dapat mengajukan secara tertulis kepada Ditjen HKI dalam kurun waktu tidak lebih dari dua bulan sejak tanggal penerimaan salinan keberatan.

Setelah anda menunggu lama, pendaftaran merek ini akan diperiksa kembali oleh pihak terkait, dan memakan waktu selama 2 bulan.

Begitulah perjalanan dalam mendaftarkan merek dagang Anda, memang membutuhkan waktu lama, tapi itu sangat bermanfaat untuk bisnis anda kedepannya.

Jangan sampai Anda tidak mendaftarkan merek dagang Anda sehingga mereka mengikutinya.

Leave a Comment