Cara Menerapkan Keyword Density Yang Benar

Cara Menerapkan Keyword Density – Para pembaca sekalian, pernahkah kalian mendengar kalimat keyword density?

Kami yakin bagi kalian semua yang rutin mengisi konten pada sebuah website dan berbagai situs lainnya, sobat pasti sudah tidak asing dengan dua kata ini.

Namun, yang kami tanyakan saat ini, apakah sobat benar-benar memahami apakah yang dimaksud dengan keyword density atau tidak?

Jika kebetulan sobat belum pernah mendengar ataupun belum memahami seutuhnya mengenai pengertian dari dua kata ini, maka pada artikel kami kali ini, kami akan membahas mengenai pengertian dan cara menerapkan keyword density dalam pembuatan sebuah konten pada website yang sobat miliki dan kelola.

Baca Juga : Pengertian Long Tail Keyword

Maka terus simak artikel kami kali ini, sobat!

Pengertian Keyword Density

Kalau begitu, yuk langsung saja kita pahami pengertian dari keyword density: umumnya muncul berwujud sebagai anchor text; keyword density merupakan prosentase keluarnya kata kunci di dalam sebuah konten dan sebuah halaman website berbanding dengan jumlah keseluruhan kata yang terdapat di dalam konten tersebut.

Dalam kaitannya dengan penggunaan teknik SEO, pada umumnya keyword density menjadi salah satu tolak ukur yang cukup penting penentu apakah kata kunci ataupun kalimat kunci yang terdapat di dalam konten sudah sesuai atau relevan dengan halaman dari website sendiri.

Jika sobat bertanya kepada kami, apakah semua itu benar?

Maka jawaban kami adalah benar.

Tapi, jika sobat bertanya, apakah keyword density sangatlah efektif? Maka jawaban kami adalah tergantung.

Sobat perlu memahami benar bahwa keyword density memerlukan perencanaan yang cukup matang dan strategis dalam kaitan penyebaran dan peletakannya.

Jika di dalam konten yang sobat buat kalian meletakkan keyword ini secara sembarangan, maka keyword density-pun tidak akan menjadi senjata yang efektif dan ampuh dalam mendongkrak SEO sobat.

Kalian perlu ingat, bahwa mesin pencarian jaman modern dan canggih saat ini (termasuk Google dan pencarian-pencarian terkenal lainnya) disusun dan dirancang dengan kecanggihan pengaturan algoritma yang sangat kompleks.

Akibatnya, jika konten yang kita masukkan ke dalam website kita tidak memenuhi persyaratan atau dirasa kurang mencukupi persyaratan menurut algoritma yang telah dibuat, maka dapat dikatan konten kita menjadi tidak berguna.

Matt Cutts (kepala Web Spam di Google) sendiri menyatakan bahwa pengulangan kata kunci yang terlalu berlebihan akan membuat kata kunci itu sendiri “tidak berguna” atau tidak “special” lagi.

Banyak sekali orang beranggapan bila kita mengulang kata kunci berulang-ulang kali, hal itu dapat membantu untuk menaikkan ranking konten dan website mereka di dalam mesin pencarian Google.

Nyatanya, hal tersebut tidaklah benar.

Kata kunci yang diulang-ulang secara terus menerus bukannya akan membantu kalian, malah akan menurunkan kualitas konten kalian sendiri (tentunya kita tidak akan merasa nyaman membaca sebuah konten berisikan kata-kata yang terlalu banyak diulang terus-menerus).

Matt berkata bahwa pengulangan berulang-kali tidak akan membantu banyak untuk konten sobat.

Matt Cutts berkata,

“Ketika sekali lagi kalian menyebutkan hal itu (kata kunci) berulang-kali (banyak), itu tidak akan banyak membantu. Akan terjadi pengurangan hasil. Itu hanyalah sebuah manfaat tambahan, tapi itu juga tidak terlalu besar (manfaat).”

Nah, setelah mendengar kutipan dari salah satu orang penting di mega-billions company Google, apakah sobat masih perlu mempertanyakan penempatan keyword density?

Memang sangatlah perlu untuk menerapkan SEO (terutama pada website baru demi mendapatkan popularitas dan peringkat di mesin pencarian).

Namun, akankah jauh lebih baik jika kita juga menjaga kualitas konten yang kita buat?

Semakin tinggi kualitas konten yang kita ciptakan, maka sobat sekalian tak perlu mengkhawatirkan akan jumlah para pengunjung, karena percayalah, saat ini orang juga dapat membedakan konten berkualitas dan tidak berkualitas.

Menurut berbagai pakar dan juga praktisi SEO berpengalaman, kita cukup menggunakan sekitar satu hingga tiga persen kata kunci dari total keseluruhan kata dalam konten yang sobat buat.

Selebihnya, kualitas konten akan berkurang dan yang lebih gawatnya lagi, bisa-bisa konten yang sobat buat akan dianggap sebagai konten spam!

Jika sobat masih bingung cara penerapan keyword density yang benar, maka kami akan memberikan contoh perhitungan klasik yang digunakan untuk menghitung keyword density:

Perhitungan Klasik Keyword Density

Perhitungan klasik untuk keyword density umumnya menggunakan rumusan :

(Nkr * Nwp / Tkn) * 10

Penjelasan lebih lanjut:

  • Nkr untuk jumlah pengulangan kata kunci,
  • Nwp untuk jumlah kata kunci dalam konten,
  • Tkn untuk jumlah kata yang telah dianalisis dalam sebuah konten.

Seperti itulah penjelasan yang dapat kami berikan kepada sobat sekalian mengenai penggunaan dan pengertian dari keyword density.

Yang perlu diingat adalah coba mengubah persepsi kita bahwa semakin banyak pengulangan kata kunci akan semakin meningkatkan peringkat konten milik kita. Karena setelah membaca penjelasan di atas, hal itu tidaklah benar.

Baca Juga : Cara Memilih Keyword Agar Mudah Masuk Ke Halaman 1

Leave a Comment