9 Cara Mengurangi Beban Server (CPU Usage) di Blog WordPress

Ada banyak kemungkinan web Anda sering error. Salah satunya disebabkan beban terlalu berat karena banyaknya perintah yang dieksekusi oleh server.

Seharusnya tanya lagi kepada diri sendiri apakah semua perintah itu memang Anda butuhkan?

Sementara server harus banyak mengerjakan wordpress yang tertanam di dalamnya.

Cara Mengurangi Beban Server (CPU Usage)

1. Cek CPU UsageĀ 

Lihatlah seberapa besar resource CPU yang dipakai untuk menjalankan website Anda dengan menggunakan AWStats.

Fitur itu sudah banyak dimiliki cPanel perusahaan-perusahaan hosting. Cara bagaimana mengoptimasinya bisa dilihat dari data-data berikut ini:

  • Total bandwidth usage
  • High bandwidth crawlers
  • High bandwidth IP addresses
  • High bandwidth download files
  • High bandwidth files (eg.images)

2. Cek response Time dan TTFB (Time to First Byte)

Masukan alamat web untuk melihat angka-angka dari data di Google PageSpeed Insight. Idealnya, angka response time ideal itu di bawah 200 milliseconds.

Acuan mengecek TTFB (time to first byte) ini untuk mengukur seberapa responsifnya hosting atau server yang dipakai.

Caranya masukan alamat web pengecekan byte. Jika kurang dari 500 milliseconds, artinya web itu ideal meski Google merekomendasikan kurang dari 200 milliseconds.

3. Cek Versi PHP

Teknologi PHP terbaru saat ini adalah versi 7.2 yang sudah banyak peningkatan terjadi.

Terutama dari sisi kecepatan dan keamanannya. Versi PHP terbaru juga sudah kompatibel dengan WordPress. Itu yang menjadi alasan lebih baik pindah ke PHP 7 jika Anda masih menggunakan PHP 5.

Tapi hati-hati dengan theme dan plugin yang digunakan jika pindah versi PHP. Lebih baik baca dulu keterangan theme developer dan pluginnya.

Apakah bisa sejalan dengan baik dengan PHP 7 atau justru sebaliknya.

Tapi memang menggunakan PHP 7.2 terasa lebih ringan. Hanya saja hosting harus minta support dari orang lain meski VPS bisa ganti sendiri.

Namun ada banyak pilihan lain yang bisa dilakukan untuk optimasi server lebih ringan jika tidak terburu-buru ganti versi.

4. Upgrade Paket

Patokan tidak selalu pada RAM dengan tulisan 2GB, 2 CPU dan seterusnya. Paling penting adalah apapun teknologinya digunakan perusahaan hosting.

Meskipun memakai VPS lebih enak karena melakukan setting sendiri dengan custom sehingga bisa sesuai kebutuhan.

Berbeda dengan EIG (Bluehost, HostGator, Site5 dan seterusnya) yang tidak direkomendasikan jika memakai hosting.

Lebih baik hosting menggunakan teknologi seperti PHP 7, HTTP/2, NGIX dan seterusnya.

5. Plugin WP Disable

Plugin WP Disable bisa mematikan perintah-perintah tidak penting yang berjalan secara default ketika WordPress diinstal di sebuah server atau hosting. Sebab banyak perintah yang tak terpakai seperti post revisions, autosaves, pingbacks, trackbacks, emojis dll sehingga cenderung memakan resource CPU.

Padahal masih banyak fitur lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk optimasi pengaturans server.

Salah satunya seperti WordPress Repository yang menyediakan fitur pemanggilan kode Analytics langsung di web sendiri.

Sementara filenya ada di server atau hosting sehingga tidak akan lagi melihat permasalahan berarti.

Seperti masalah-masalah di bagian leverage browser caching di Google Speed Insight, GTMetrix dan Pingdom hanya dengan memasukan kode UA di bagian form.

6. Blokir yang Tidak Penting

Semakin banyak spiders atau robot-robot yang nggak memberikan manfaat mau mengambil data-data website. Tapi ada beberapa spiders atau bot yang menghabiskan bandwidth bisa kelihatan di AWstats.

Pastikan juga kalau bots yang tidak penting sudah diblokir. Seperti bots dari Ahrefs yang dianggap spam oleh beberapa orang. Tapi jangan sampai bots dari Google juga ikut diblokir.

7. Batasi Crawl Melalui Wordfence

Salah satu fitur yang cukup stabil adalah mampu melakukan pembatasan aktivitas crawl dari para bots.

Hal ini bisa berpengaruh kepada CPU usage di server, sehingga plugin Wordfence bisa membantu keamanan website.

Wordfence bisa memblokir IP atau traffic yang tidak bermanfaat dengan mengklik beberapa bagian.

Membatasi crawl juga bisa mengatur google seperlunya. Tapi jangan terlalu sering karena ini bisa bermanfaat untuk kebugaran hosting atau server.

Sama seperti yang dilakukan dengan Bing yang bisa terus menerus muncul crawl secara intens.

8. Pembersihan Database

Hapus database tables yang sudah tidak terpakai seperti post revisions, spam, trash, transients dan lainnya.

Sebab plugin yang sudah tidak terpakai dan bahkan sudah di uninstall pun masih meninggalkan sista tabel di dalam database.

Dia tidak akan langsung bersih begitu saja karena sempat menginstal plugin meskipun sudah tak terpakai dan diuninstall.

Plugin itu harus dibersihkan setiap bulannya dengan memakai user yang friendly. Termasuk masih ada data di database dari theme yang tak terpakai.

Baca Juga : Cara Memperbaiki Error Establishing a Database Connection

Setidaknya lebih bagus rapi dan bersih meski tidak terlalu signifikan pengaruhnya jika dihapus. Pertimbangkan juga menggunakan plugin yang tidak terlalu urgent dipakai.

9. Pakai Cache yang Sesuai

Bisa menggunakan bantuan GTMetrix di bagian Waterfall untuk mengetahui plugin yang menyebabkan beratnya server.

Setiap server dan hosting memang memiliki settingan dasar yang berbeda-beda. Maka dari itu perlu tahu plugin cache yang digunakan agar diketahui settingannya.

Rajinlah membaca documentation dari masing-masing plugin cache supaya tahu settingan yang cocok.

Baca Juga : Pengertian Dedicated Server Adalah

Leave a Comment