Ekonomi Kreatif : Pengertian, Jenis, Ciri, Sektor dan Perkembangan

Tahukah Anda mengenai Pengertian Ekonomi Kreatif? Ekonomi merupakan dinamika berkehidupan sosial yang memiliki fungsi penting dan mendesak. Bahkan, para pengamat menyatakan kalau ekonomi tidak bertumbuh, manusia bisa punah di muka bumi.

Nah, membaca perspektif ini, tentunya pemahaman terkait ekonomi terutama ekonomi kreatif harus dimiliki masyarakat.

Mengingat betapa pentingnya perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia, masyarakat harus benar-benar terbekali dinamika ini dengan baik.

Termasuk mengenal pengertian ekonomi kreatif beserta jenis dan ciri-cirinya. Untuk itu, kami akan menjelaskan konsep ekonomi kreatif di atas melalui narasi di dalam artikel berikut.

Pengertian Ekonomi Kreatif

Jika membaca dari istilah, maka pengertian ekonomi kreatif adalah aktifitas keuangan yang berbasis kreatifitas.

Artinya potensi ekonomi akan bertumbuh apabila sumber daya manusianya kreatif dan cakap serta berilmu pengetahuan. Si pelaku juga harus memiliki ide-ide baru supaya produksi lebih meningkat dan diterima khalayak ramai.

Kalau membaca perspektif ini, terdapat tiga poin penting jika ingin menumbuh kembangkan ekonomi kreatif di Indonesia.

Poin pertama adalah ekonomi kreatif membutuhkan ide yang segar dan produktif. Poin kedua peningkatan ekonomi kreatif tidak terlepas dari dialektika atau pengetahuan masyarakat.

Sedangkan poin yang terakhir adalah untuk memajukan ekonomi kreatif, tentunya masyarakat membutuhkan pengetahuan yang luas.

Jika boleh menyimpulkan narasi di atas, maka pengertian ekonomi kreatif bisa dimaksudkan sebagai aktivitas perekonomian yang berbasis ide, pengetahuan, kreativitas dan kecakapan masyarakat dalam rangka meningkatkan produksi untuk menghasilkan keuntungan sebanyak-banyaknya demi mencukupi kebutuhan masyarakat atau keluarga.

Jenis Ekonomi Kreatif

Sebagai sebuah aktifitas ekonomi yang berbasis kreatif, tentunya terlahir jenis ekonomi kreatif yang tanpa batas.

Sebab, dinamika ini berjalan berdasarkan ide-ide segar manusia yang selalu berkembang dengan dinamis.

Oleh karena itu, terdapat banyak jenis ekonomi kreatif yang sejatinya menjadi titik tumpu pemenuhan kebutuhan masyarakat. Ini jenis-jenis yang dimaksud:

1. Periklanan

Masyarakat banyak yang berkecimpung di dalam dunia periklanan sebagai satu jenis ekonomi kreatif yang menguntungkan.

Pasalnya, dunia periklanan sendiri selalu menjadi momentum warga untuk menyampaikan informasi dengan cepat termasuk menawarkan produk/barang dan jasa yang paling ideal.

Oleh karena itu, jasa periklanan menjadi primadona serta banyak yang menganggap sebagai strategi pemenuhan kebutuhan yang bagus. Belum lagi pihak perusahaan berani membayar mahal untuk jasa pengiklan yang memang berkualitas tinggi.

2. Bidang Arsitektur

Bidang arsitektur merupakan satu aktifitas ekonomi kreatif yang muncul atas dasar ide-ide segar manusia. Semakin bagus ide dan kreatifitas, kecenderungan hasil arsitektur mendapatkan apresiasi mahal juga sangat besar. Maka dari itu, masyarakat banyak yang berkonsentrasi pada bidang yang satu ini.

Orang yang berprofesi sebagai pendesain ruangan, arsitek dan pembangun hunian, termasuk ke dalam usahawan yang ingin memajukan ekonomi kreatif.

Artinya, untuk mendapatkan keuntungan yang besar, mereka harus menjual kreatifitas sebaik mungkin seperti tidak kering inovasi serta memiliki ciri khas atau karakter di dalam pola arsitektur yang dibuat.

3. Bidang Kuliner

Bidang kuliner termasuk ekonomi kreatif yang dalam prosesnya juga membutuhkan ide dan kreatifitas yang tinggi. Bahkan, letting pada masakan juga memengaruhi harga sekaligus animo masyarakat untuk membeli kuliner tersebut.

Sebaliknya, kuliner tidak akan laris jika si penjual membuatnya dengan asal yang artinya ekonomi kreatif juga tidak akan berjalan.

Bidang kuliner merupakan ekonomi kreatif unggulan Indonesia. Salah satu alasannya karena, ketertarikan orang dari luar negeri tidak semata tentang tempat wisata saja tetapi juga untuk mencicipi kuliner khas Indonesia.

Maka dari itu, ada semacam anjuran dari pemerintah agar masyarakat melestarikan kuliner tradisional sembari memasukkan inovasi-inovasi baru ke dalamnya.

4. Bidang Fashion

Orang yang berprofesi sebagai perancang busana sejatinya telah ikut memajukan ekonomi kreatif. (Baca : Profesi Adalah)

Sebab, profesi ini membutuhkan kreatifitas tinggi supaya konsumen lebih berminat untuk membeli produk seperti baju, celana, hem, kaos dan selainnya.

Semakin bagus hasil mendesain, keuntungan yang didapatkan juga tinggi sehingga perekonomian keluarga dan masyarakat otomatis semakin maju.

5. Kerajinan Tangan

Pengrajin merupakan penggerak ekonomi kreatif yang harus terus mendapatkan dukungan dari pemerintah.

Pasalnya, pekerja kreatif ini bisa ikut serta menumbuhkan perekonomian sektoral yang efeknya bisa memajukan perekonomian global. Sudah banyak pengrajin yang meloloskan karyanya hingga ke pasar seni nasional bahkan internasional.

Seorang pengrajin yang baik adalah pekerja pahat yang tidak pernah berhenti memproduksi hasil kerajinan yang bermutu.

Semakin banyak warga yang tertarik dengan hasil kerajinan, potensi keuntungannya tentu jauh lebih besar. Itu artinya, pengrajin harus benar-benar memiliki kreatifitas tinggi supaya pelanggan tertarik dengan kerajinan yang dibuat dan dipasarkan.

6. Pekerja Seni

Pekerja seni termasuk profesi yang bisa menumbuhkan ekonomi kreatif di Indonesia. Sebab, semua manusia menyukai hiburan yang membuat profesi ini laris dan memiliki daya jual.

Artinya, para pekerja seni seperti artis berpotensi mendapatkan keuntungan dari keahliannya berakting di layar kaca atau di atas pentas.

Seorang pekerja seni yang baik membutuhkan kreatifitas berakting yang tinggi. Jika ini tidak dimiliki, masyarakat tentu enggan untuk menonton penampilannya.

Artinya, tanpa kreatifitas dalam berakting, sang artis tidak akan mendapatkan apresiasi dan reward yang efeknya ekonomi kreatif juga tidak akan bertumbuh dengan maksimal.

Ciri Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif memiliki ciri-ciri tertentu. Tanda-tanda inilah yang membedakan antara ekonomi kreatif dengan jenis ekonomi yang lain. Nah, berikut terdapat list ciri-ciri yang dimaksud:

  • Berbasis Ide dan Gagasan
  • Selalu muncul inovasi-inovasi baru di dalam bisnis
  • Merupakan hasil kreatif berbasis intelektual dan ilmu
  • Terjadi persaingan usaha yang saling menggantikan
  • Lebih menggantungkan diri terhadap kerjasama segala pihak

Perkembangan Ekonomi Kreatif

Kreatifitas menjadi pra sarat pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. Tanpa kreatifitas, produksi tidak akan berjalan lancar karena kurangnya permintaan dari konsumen. Produk menjadi membosankan karena kering kreasi yang otomatis pemasukan bisnis juga berkurang.

Sebaliknya, jika masyarakat memiliki kreatifitas dalam mengolah ide-ide segar tentunya produk berkualitas dan layak menjadi pilihan.

Bukan tidak mungkin, permintaan terhadap produk terus meningkat yang efeknya penghasilan juga bertumbuh. Luar biasanya, jika masyarakat berhasil memproduksi produk yang bagus, maka bukan hanya siklus perekonomian diri dan keluarganya yang meningkat, perekonomian kreatif nasional juga melaju pesat.

Sebagai sebuah tonggak perekonomian negara, tentunya ekonomi kreatif harus terus meningkat.

Artinya, masyarakat tidak boleh mengalami penurunan kreatifitas, serta harus selalu melahirkan ide-ide kreasi yang baru.

pengetahuan juga menjadi pra syarat yang harus terpenuhi supaya produk yang tercipta benar-benar mendapatkan respon positif konsumen dan menguntungkan.

Ekonomi kreatif merupakan penggerak perekonomian mikro yang bisa menjadi penunjang pertumbuhan perekonomian makro.

Maka dari itu, sebuah negara tentu membutuhkan masyarakat yang kreatif, berilmu dan inovatif yang selalu melahirkan ide-ide segar.

Ini bukan hanya persoalan keuntungan produksi tetapi juga eksistensi sebuah bangsa yang ikut menjadi taruhan. Artinya, jika orang kreatif mendominasi sebuah negara, tentu negara tersebut akan mampu melaju dengan cepat.

Baca Juga : Pengertian Ekonomi Syariah

Leave a Comment