Pengertian Badan Usaha Campuran : Ciri, Keuntungan, Kekurangan dan Contoh

Tahukah Anda tentang Pengertian Badan Usaha Campuran : Ciri, Keuntungan, Kekurangan dan Contoh? Badan usaha dibedakan berdasarkan jenis, kegiataan dan tingkatan. Pembentukan usaha-usaha berdasarkan peraturan, izin pemerintah.

Dalam skala kecil atau mikro seperti koperasi, pegadaian dan pertamina juga merupakan bagian dari badan usaha yang ada di Indonesia.

Pengelolaan usaha-usaha tersebut baik oleh pemerintah dan swasta ataupun gabungan antara keduanya.

Untuk badan usaha gabungan atau disebut juga dengan badan usaha campuran, ini terbentuk antara pemerintah dan swasta.

Badan usaha dikategorikan berdasarkan jenis usaha, tingkatan mikro ataupun makro dan kegiatan usaha.

Badan usaha juga berperan penting dalam meningkatkan perekonomian suatu negara yang bermanfaat untuk hajat orang banyak.

Apabila suatu perekonomian negara berkembang maka kesejahteraan sosial menjadi lebih baik. Jadi tidak ada warga yang kelaparan, pengangguran berkurang membuat penduduk hidup dalam kecukupan.

Namun, jika sebaliknya terjadi dimana perekonomian negara sulit berkembang maka menimbulkan tindak kejahatan kriminal meningkat. Pengangguran meningkat dan sistem keamanan tidak terkendali, banyak warga yang miskin.

Tentu mengatasi masalah tersebut harus dengan dorongan badan usaha baik dalam skala mikro ataupun makro untuk bisa meningkatkan perekonomian negara.

Apabila usaha-usaha dapat berkembang pesat dan memiliki beberapa cabang daerah tentu bisa mengatasi berbagai problem tadi.

Pembentukan badan usaha memang membutuhkan cost yang cukup tinggi supaya dapat berjalan. Jika pemodalan badan usaha sangat kuat/besar akan berkesempatan menjangkau masyarakat secara luas bahkan global.

Untuk menyiasati membentuk badan usaha campuran/kolaborasi antara pihak satu dan pihak lainnya.

Dengan kolaborasi membuat kegiatan usaha menjadi kuat dalam pemodalan untuk mendukung kelancaran dan perkembangan usaha.

Badan usaha campuran adalah lembaga kesatuan yuridis, teknis ataupun kegiatan ekonomi yang sah secara hukum dan memiliki tujuan mencari keuntungan (laba).

Sering kali masyarakat awam menyebut badan usaha campuran sama dengan suatu perusahaan. Faktanya tentu dua hal yang berbeda fungsi.

Perusahaan merupakan bagian dari badan usaha dalam melakukan kegiatan produksi, namun tetap memiliki tujuan yang sama-sama mencari keuntungan (laba).

Perusahan juga dapat dikatakan sebagian kecil dari badan usaha campuran. Lokasi tidak mesti harus berada satu tempat yang sama. Perusahaan bertugas melakukan kegiatan operasional badan usaha khususnya produksi barang.

Contohnya PT. Unilever menjual produk-produk kebutuhan sehari-hari, Unilever bisa dikatakan badan usaha perseroan terbatas. Pabrik Unilever berlokasi di Surabaya sementara kantor pusat berada di Jakarta.

Untuk lebih detail mengenai badan usaha campuran akan dijelaskan berikut ini, jadi simak baik-baik ulasan dalam artikel ini.

Pengertian Badan Usaha Campuran

Sebenarnya pengertian sudah disunggung sekilas pada bagian sebelumnya. Badan usaha campuran merupakan kolaborasi pemerintah dan swasta membentuk kegiatan usaha yang dikelola bersama dengan modal bersama untuk menjalankan agar dapat berkembang pesat.

Umumnya badan usaha campuran terjadi karena ada privatisasi BUMN atau BUMS. Jika sebagian saham dari BUMN atau BUMS diperjualbelikan pada pasar sekuritas maka dapat dikatakan badan usaha campuran.

Kasus tersebut dinamakan privatisasi. Lantas, untuk contoh privatisasi BUMN, BUMS yang akan menjadi badan usaha campuran seperti apa? tentu ada saja contoh kasus tentang privatisasi ini.

Contohnya Indosat, sebagian sahamnya telah diperjualbelikan pasar modal. Indosat dengan kata lain disebut badan usaha campuran sebagai hasil dari privatisasi.

Ciri Badan Usaha Campuran

Beberapa hal berikut ini yang membedakan badan usaha campuran dengan badan usaha lainnya. Simak ciri-ciri dari badan usaha campuran antara lain:

Modal Usaha Bersama

Badan usaha campuran dikelola oleh duan instansi, makan modal usaha berasal dari keduanya atau modal bersama.

Umumnya sumber modal berupa uang dari masing-masing pribadi atau pinjaman dari lembaga keuangan Bank dan investor.

Semua modal yang terkumpul harus memperhitungkan kegunaannya. Hal ini sangat membutuhkan sebuah kesepakatan bersama antara pihak pemerintah dengan pihak swasta untuk mendapatkan acuan dalam menggunakan modal.

Modal dapat digunakan untuk membeli dan menyediakan peralatan, perlengkapan kebutuhan operasional.

Seperti bahan baku, peralatan, gaji karyawan, hutang dan lainnya. Badan usaha campuran termasuk memiliki modal usaha yang cukup banyak karena gabungan dari kedua pihak.

Dimana kedua pihak saling diuntungkan atas kerjasama dalam bidang usaha campuran ini.

Kepemilikan Ganda

Badan usaha yang terbentuk dari gabungan dua pihak memiliki hak kewenangan, kekuasaan sama antara pihak satu dengan pihak lainnya.

Tidak ada kesenjangan di dua pihak, entah masalah kekuasaan, keputusan yang lebih dominan. Karena badan usaha campuran berarti kepemilikan ganda.

Dua pihak tersebut sama-sama memiliki tanggung jawab atas usaha yang dijalankan untuk mencapai target tujuan bersama.

Jadi, ketika terjadi sebuah hambatan maka kedua pihak akan bersatu untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Kekompakan tim dalam badan usaha campuran sangat dibutuhkan. Karena dapat memudakan kinerja bersama untuk memaksimalkan keuntungan (laba) dari segala aktivitas.

Selain itu, kegiatan ekonomi tersusun dan terencana secara matang oleh kedua pihak yang bersangkutan dalam badan usaha campuran.

Mendapatkan Banyak Ide Berilian

Semakin banyak pihak yang terlibat dalam sebuah usaha, berpeluang mendapatkan banyak ide berilian seperti inovasi produk, ide usaha dan lainnya.

Begitupun dengan badan usaha campuran terbentuk oleh dua pihak yang artinya memiliki kesempatan untuk mendapatkan ide-ide berilian yang berguna untuk kemajuan usaha bersama.

Tentu masing-masing pihak memiliki pemikiran yang berbeda-beda terhadap suatu topik yang sama.

Meskipun berbeda dalam pemikiran akan tetapi mempunyai tujuan sama ialah untuk mengembangkan kegiatan ekonomi tersebut.

Invosi-invosi dari masing-masing pihak bermanfaat untuk terus melakukan update sistem, produk akan menguntungkan bagi pemilik badan usaha.

Perpaduan antara pemikiran dan keinginan dua pihak ini akan menghasilkan yang maksimal.

Hal ini juga dapat melengkapi, ketika salah satu pihak merasa tidak mampu maka yang lain akan membantu. Hingga kondisi badan usahanya bisa tetap eksis dan produktif.

Kerugian dan Keuntungan Bersama

Pembagian hasil atau keuntungan dalam usaha bersama akan dibagi kepada kedua pihak yang terlibat secara adil.

Untuk berapa persen tergantung dari kesepakatan di awal saat kedua pihak memutuskan bekerjasama membentuk badan usaha.

Umumnya keuntungan yang mereka dapatkan akan digunakan sebagian besar untuk pengembangan usaha.

Dengan harapan usaha dapat berkembang pesat, sehingga menghasilkan keuntungan maksimal dan perusahaan tetap produktif.

Namun, kedua pihak harus bersedia menanggung kerugian secara bersama bila hal ini terjadi pada badan usaha mereka.

Karena badan usaha terbentuk dari dua pihak sehingga masalah kerugian juga ditanggung bersama.

Sehingga badan usaha dapat kembali bangkit dan produktif kedepannya dan meminimalisir hal-hal menyebabkan kerugian badan usaha ini.

Berlandaskan Hukum

Pembentukan badan usaha campuran ini berlandaskan hukum, jadi segala bentuk aktivitas dan kegiatan perekonomian harus berdasarkan aturan-aturan yang sudah ditetapkan.

Sehingga pergerakan badan usaha selalu terawasi dan terbatas. Hal ini membantu segala aktivitas badan usaha menjadi terarah, mudah mencapai tujuan dan target usaha yang telah ditetapkan.

Berlandaskan hukum artinya keberadaan badan usaha campuran terlindungi dengan adanya hukum tersebut.

Dan menyatakan bahwa badan usaha ini berada di kawasan Negara Indonesia, maka pemilik usaha harus mematuhi hukum yang sedang berlaku dan sudah ada kesepakatan sebelumnya.

Keuntungan Badan Usaha Campuran

Membentuk badan usaha campuran memang banyak memiliki keuntungan.

Mungkin dalam pencapaian keuntungan badan usaha ini agak sedikit berbeda ketika badan usaha terbentuk tunggal.

Ada beberapa benefit ketika membentuk badan usaha gabungan atau campuran sebagai berikut.

Lebih Mudah Mencapai Tujuan

Badan usaha yang terbentuk atas kerjasama dua pihak akan lebih mudah mencapai tujuan.

Dengan kerjasama maka berpeluang mendapatkan invosi yang berasal dari masukan kedua pihak, sehingga akan memunculkan gagasan menarik.

Tentu hal ini dapat menghasilkan usaha yang efektif dan efisien dalam mencapai tujuan, target.

Penyelesaian Masalah Menjadi Lebih Mudah

Kegiataan ekonomi badan usaha pasti tidak lepas dari segala macam masalah yang ada. Tentu membutuhkan solusi tepat dari permasalahan akan lebih mudah dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Badan usaha campuran terbilang lebih mampu dalam menyelesaikan permasalahan karena adanya kerjasama, integrasi antara kedua pihak.

Namun, berbeda ketika hal ini terjadi pada badan usaha tunggal pastinya membutuhkan waktu yang cukup lama menyelesaikan masalah tersebut.

Sumber Modal Lebih Banyak

Untuk membentuk sebuah badan usaha memerlukan biaya atau modal yang cukup besar. Modal akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dalam sebuah perusahaan.

Hal ini bisa diatasi dengan membentuk badan usaha campuran karena sumber modal lebih banyak, memiliki peluang berkembang usaha lebih tinggi.

Namun, berbeda dengan badan usaha tunggal dimana sumber modal hanya berasal dari satu pihak saja. Tentu membuat kegiatan operasional terbatas jadi sesuai dana kelola yang ada.

Sedangkan untuk sumber modal badan usaha campuran dari kedua pihak sekaligus artinya modal lebih banyak.

Mendapatkan Jaminan Hukum

Keberadaan badan usaha campuran mendapatkan jaminan hukum, segala kegiatan dan aktivitas ekonomi terlindungi, terawasi oleh hukum yang sedang berlaku.

Kelemahan Badan Usaha Campuran

Semua jenis badan usaha pasti memiliki kelemahan, tergantung dalam klasifikasinya badan usaha tersebut.

Begitupun terjadi pada badan usaha campuran juga terdapat kelemahan-kelemahan antara lain.

Perdebatan Sulit Dihindari

Dimana badan usaha campuran terbentuk, kelola oleh dua pihak sekaligus. Pastinya akan sering terjadi sebuah perdebatan.

Hal ini karena masing-masing pihak memiliki pemikiran berbeda-beda. Kadang kedua pihak saling dominan menentukan ide mana yang akan digunakan untuk mengembangkan usahanya.

Balik Modal Usaha Cukup Lama

Membutuhkan waktu lebih untuk mengembalikan modal awal. Sebab keuntungan diperoleh badan usaha campuran harus terbagi secara merata kepada pihak-pihak yang bersangkutan.

Sehingga keuntungan yang diperoleh sedikit, tentu butuh waktu lama untuk mengembalikan modal awal usaha.

Contoh Badan Usaha Campuran

Setelah membahas detail badan usaha campuran, berikut contoh-contoh dari badan usaha campuran antara lain.

PT Bank Central Asia (BCA)

BCA merupakan badan usaha yang bergerak di bidang perbankan, Kinerjanya dikendalikan oleh pihak swasta, namun pemerintah juga terlibat dalam jenis usaha ini untuk menjaga keamanan, kestabilan BCA hingga bisa menjamin kenyamanan bagi masyarakat luas.

PT Garuda Indonesia

Garuda Indonesia merupakan badan usaha yang bergerak di bidang penerbangan dan menjadi salah satu maskapai penerbangan terbaik yang dimiliki oleh Indonesia.

Pengelolaan maskapai Garuda oleh pihak swasta dan pemerintah. Kinerja Garuda Indonesia sangat baik.

Itulah penjelasan mengenai Pengertian Badan Usaha Campuran : Ciri, Keuntungan, Kekurangan dan Contoh, semoga poin-poin dalam artikel tentang badan usaha campuran lebih mudah untuk memahami dengan jelas.

Badan usaha campuran juga memiliki ciri-ciri khas, kelebihan dan kelemahan dibandingkan dengan badan usaha lain.

Menariknya badan usaha campura merupakan gabungan kepemilikan antara pihak swasta dan pihak pemerintah.

Leave a Comment


Notice: Undefined index: popup_cookie_glcbi in /home/jokowari/public_html/wp-content/plugins/cardoza-facebook-like-box/cardoza_facebook_like_box.php on line 924