Pengertian Koperasi Adalah : Fungsi, Jenis, Prinsip, dan Keuntungan

Pengertian Koperasi dikenal oleh masyarakat luas sebagai suatu organisasi berbasis ekonomi yang memiliki asas kekeluargaan.

Berbicara mengenai awal mula kata koperasi muncul, koperasi sebenarnya berasal dari bahasa Inggris yaitu cooperation yang memiliki artiĀ  kerja sama.

Oleh karena itu, nampak jelas terlihat dari namanya, koperasi mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan bersama.

Berdirinya koperasi sendiri bisa didukung oleh suatu badan hukum maupun perseorangan.

Namun, mengenai modalnya, umumnya didapatkan dari seluruh anggota koperasi dengan prinsip tetap menyesuaikan kebutuhan bersama dari para anggota.

Berhubungan dengan keuntungan koperasi yang didapat pun, akan digunakan untuk kebutuhan para anggotanya.

Untuk lebih jauh mengenal mengenai apa itu koperasi hngga keuntungan yang didapat, simak penjelas berikut yang akan membahas mengenai pengertian, fungsi, jenis, prinsip, dan keuntungan koperasi.

Pengertian Koperasi

Pengertian koperasi telah banyak disebutkan oleh para ahli dan organisasi seperti ILO.

ILO atau lebih dikenal sebagai International Labour Organization menyebutkan pengertian koperasi sebagai suatu perkumpulan dari beberapa orang yang berdasarkan pada asas suka rela.

Perkumpulan tersebut berupa organisasi berbasis ekonomi atau bisnis yang dikelola oleh seluruh anggota aktifnya dengan tujuan tertentu yang ingin dicapai.

Kemudian, mengenai resiko serta keuntungan dari koperasi secara seimbang akan dikelola oleh para anggota tersebut.

Selain itu, pengertian koperasi juga tercantum dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 mengenai Perkoperasian.

Pada Undang-Undang (UU) tersebut pasal 1 menyebutkan jika koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan perseorang atau badan hukum yang mana memiliki prinsip koperasi dan asas kekeluargaan.

Dari dua pengertian yang disebutkan di atas, terlihat jika koperasi memang sebuah organisasi atau badan usaha yang berasaskan kekeluargaan dimana lebih mementingkan kesejahteraan dari para anggota aktifnya. Disamping itu, segala resiko maupun kerugiannya pun akan ditanggung bersama.

Fungsi Koperasi

Dalam pendirian koperasi, selain memiliki tujuan tertentu yang berhubungan dengan kesejahteraan anggotanya, koperasi juga memiliki fungsi-fungsinya tersendiri.

Fungsi-fungsi tersebut juga sejalan dengan peran-peran yang dimiliki serta tercantum dalam UU Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 4.

  1. Membangun sekaligus mengembangkan potensi ekonomi dari para angggota dan masyarakat secara umum demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi beserta sosial
  2. Mempunyai peran aktif dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat
  3. Memperkuat perekonomian masyarakat sebagai dasar kekuatan ekonomi nasional atau dalam kata lain sebagai penyangga utama perekonomian
  4. Dapat mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional sebagai usaha badan usaha bersama yang mempunyai asas kekeluargaan dan demokrasi dalam ekonomi.

Jenis Koperasi

Apabila merunut pada UU Nomor 17 Tahun 2012 mengenai perkoperasian, terdapat 4 macam atau jenis koperasi yaitu:

1. Koperasi Produsen

Pada koperasi jenis ini, kegiatan usahanya berbasis bidang pengadaan sarana produksi sekaligus pemasaran produksi yang dihasilkan oleh para anggota koperasi untuk anggota maupun bukan anggota.

Baca Juga : Pengertian Konsumen Adalah

2. Koperasi Konsumen

Jenis koperasi konsumen merupakan koperasi yang memberikan usaha pelayanan pada bidang penyediaan barang untuk para anggota koperasi ataupun bukan anggota dari koperasi.

3. Koperasi Jasa

Bila pada kedua jenis koperasi di atas lebih ke arah penyelenggaraan jasa, maka pada jenis koperasi jasa menyediakan usaha pelayanan jasa berbasis non-simpan pinjam untuk para anggota atau bukan anggota koperasi.

4. Koperasi Simpan Pinjam

Selanjutnya, pada koperasi ini, bentuk usaha yang diselenggarakan merupakan usaha simpan pinjam bagi anggota koperasi.

Sementara itu, terdapat pula pembagian jenis koperasi yang didasarkan pada Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 1992, meliputi:

  1. Koperasi primer yaitu koperasi yang didirikan oleh perorangan.
  2. Koperasi sekunder yaitu koperasi yang terdiri dari beberapa badan koperasi serta terbagi lagi menjadi koperasi pusat, gabungan, dan induk.

Prinsip Koperasi

Prinsip umumnya memiliki kegunaan sebagai petunjuk dalam melakukan sesuatu, begitu juga dengan prinsip koperasi, yang mana prinsip ini berguna sebagai petunjuk dalam mengembangkan koperasi.

Menurut Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 1992, prinsip koperasi bisa dibedakan menjadi:

  1. Keanggotaannya terbuka dan sukarela
  2. Dikelola secara demokratis
  3. Sisa Hasil Usaha (SHU) dikelola secara adil dan berdasarkan dengan usaha anggota
  4. Pemberian balas jasa diberikan terbatas terhadap modal
  5. Mandiri
  6. Mempunyai pendidikan perkoperasian
  7. Mempunyai jalinan kerja sama antar koperasi di Indonesia

Keuntungan Koperasi

Banyak hal yang bisa didapatkan saat seorang tergabung menjadi anggota koperasi. Apalagi sejak pertama didirikan, koperasi tentunya memiliki tujuan yang berhubungan dengan kesejahteraan anggotanya.

Keuntungan-keuntungan tersebut akan dikupas sebagai berikut :

  1. Setiap anggota koperasi memiliki hak mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU), yang mana jumlah SHU yang diterima disesuaikan dengan modal yang ditanam serta keuntungan yang didapat dari koperasi
  2. Menjadi anggota koperasi menghemat pengeluaran dengan membeli barang di koperasi, tentunya dengan nilai harga yang lebih murah
  3. Mempunyai bunga kredit atau cicilan yang kecil, sehingga saat meminjam uang di koperasi, anggota maupun bukan anggota tidak dibebankan dengan bunga yang memberatkan
  4. Mendapatkan pelatihan usaha serta bisa mengembangkan relasi bisnis.

Dengan keuntungan-keuntungan tersebut, koperasi memang telah terbukti sebagai badan usaha yang tidak membebankan anggota, bahkan dalam badan usaha ini pun lebih mementingkan asas kekeluargaan.

Akan tetapi, bagi masyarakat yang berkeinginan untuk bergabung menjadi anggota koperasi, sebaiknya memeriksa terlebih dahulu apakah koperasi tersebut sudah terdaftar dalam Kementrian Koperasi dan UMKM atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal ini harus dilakukan untuk menghindari terjadinya penipuan oleh koperasi yang bodong.

Leave a Comment