Pengertian Laba Adalah : Jenis, Unsur, Contoh Dan Faktor

Tahukah Anda tentang Pengertian Laba Adalah : Jenis, Unsur, Contoh Dan Faktor Yang Mempengaruhinya? Persaingan yang ketat antar pelaku usaha  dalam dunia usaha merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari.

Untuk dapat bersaing dengan pelaku usaha lain, perusahaan harus mampu mendorong manajemen perusahaan untuk bekerja lebih efektif dan efisien.

Kinerja perusahaan dapat dinilai melalui laporan keuangan dimana laporan keuangan perusahaan rutin disajikan setiap periode.

Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, setiap perusahaan pasti menginginkan keuntungan atau dalam bahasa akuntansi dikenal dengan laba.

Pengertian Laba

Pengertian Laba Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia

Laba menurut Ikatan Akuntansi Indonesia adalah kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode akuntasi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva/penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

Pada setiap periode, laba perusahaan diharapkan terus mengalami kenaikan, sehingga perlu adanya perhitungan laba yang akan dicapai perusahaan untuk periode mendatang.

Pengertian Laba secara Operasional

Secara operasional Pengertian laba sadalah perbedaan antara pendapatan yang direalisasi dimana pendapatan itu timbul dari transaksi selama satu periode dengan biaya yang berkaitan dengan pendapatan tersebut.

Pengertian Laba Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, laba adalah selisih lebih antara harga penjualan yang lebih besar dengan harga pembelian atau biaya produksi atau keuntungan yang diperoleh dari penjualan barang dengan harga yang lebih tinggi dari harga pembeliannya.

Pengertian Laba Menurut Para Ahli

Pengertian laba dari sisi ekonomi menurut Adam Smith adalah kenaikan dalam kekayaan.

Para ekonom sepakat bahwa laba adalah perubahan menuju keadaan yang lebih baik, lebih sehat dan lebih sejahtera pada periode jangka waktu tertentu.

  1. Menurut pendapat Warren, laba adalah kelebihan pendapatan terhadap beban-beban yang terjadi.
  2. Harahap mendefinisikan laba sebagai kelebihan penghasilan di atas biaya selama satu periode akuntansi.
  3. Menurut Suwardjono, definisi dari laba adalah imbalan terhadap upaya perusahaan dalam menghasilkan barang atau jasa.
  4. Menurut Soemarso, laba adalah selisih pendapatan atas beban sehubungan dengan kegiatan usaha.
  5. Zaki Baridwa, mendefinisikan laba sebagai kenaikan modal atau aktiva bersih yang berasal dari transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha dalam periode tertentu, kecuali yang timbul dari pendapatan atau investasi pemilik.
  6. Menurut Simamora, laba merupakan perbedaan antara pendapatan dengan beban jika pendapatan tersebut melebihi beban maka hasilnya adalah laba bersih.
  7. Subramanyan mengartikan laba sebagai selisih pendapatan dan keuntungan setelah dikurangi beban dan kerugian. Laba merupakan salah satu pengukur aktivitas operasi yang dihitung berdasarkan dasar akuntansi akrual.

Berdasarkan definisi-definisi laba dari para ahli tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa laba adalah selisih antara seluruh pendapatan atau revenue dan beban atau expense yang terjadi dalam suatu periode jangka waktu tertentu.

Jenis Laba

Ada beberapa jenis laba menurut Zaki Baridwan yaitu sebagai berikut:

Laba Kotor atas Penjualan

Menurut Wild, Subramanyam dan Halsey, laba kotor merupakan pendapatan yang dikurangi oleh harga pokok penjualan.

Menurut Zaki Baridwan, laba kotor atas penjualan adalah selisih dari penjualan bersih dan harga pokok penjualan.

Laba ini dinamakan laba kotor atas penjualan disebabkan oleh laba tersebut belum dikurangi dengan beban operasi lainnya untuk periode tertentu.

Jika hasil penjualan terhadap barang atau jasa tidak dapat menutupi beban yang langsung terkait dengan barang atau jasa tersebut atau harga pokok penjualan, maka sulit bagi perusahaan untuk dapat bertahan.

Laba Bersih Operasi

Laba bersih operasi adalah laba kotor yang dikurangi dengan sejumlah biaya penjualan, biaya administrasi dan umum.

Nah, Laba operasi suatu perusahaan menunjukkan seberapa efisien dan efektifnya perusahaan dalam melakukan aktivitas operasinya.

Laba Bersih sebelum Potongan Pajak

Ketahuilah bahwa laba bersih sebelum potongan pajak adalah pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan secara keselurahan sebelum potongan pajak perseroan, yaitu perolehan apabila laba operasi dikurangi atau ditambah dengan selisih pendapatan dan biaya-biaya lain.

Laba Bersih sesudah Potongan Pajak

Kemudian, Laba bersih sesudah potongan pajak merupakan laba bersih setelah dikurangi atau ditambah dengan pendapatan dan biaya non operasi dan dikurangi dengan pajak perseroan.

Unsur Laba

Menurut Stice, ada 4 (empat) unsur dalam laba yakni sebagai berikut ini:

Pendapatan atau revenue

Pengertian pendapatan adalah arus masuk atau peningkatan lain dari aktiva suatu entitas atau pelunasan kewajibannya atau gabungan dari keduanya, dari penyerahara/produksi suatu barang, jasa atau aktivitas lainnya yang merupakan usaha terbesar/usaha pertama yang sedang dilakukan entitas tersebut.

Pendapatan diperoleh suatu organisasi baik dari kegiatan operasionalnya maupun diluar kegiatan operasional perusahaan.

Beban atau expense

Beban adalah arus keluar atau penggunaan lain dari aktiva atau timbulnya kewajiban atau gabungan dari keduanya dari penyerahan atau produk suatu barang, jasa, atau aktivitas lain yang merupakan usaha terbesar/usaha pertama yang sedang dilakukan entitas tersebut.

Keuntungan atau gain

Keuntungan adalah naiknya modal dari aktiva bersih yang bersumber dari transaksi sampingan atau transaksi yang sangat jarang terjadi dari perusahaan yang mana dari semua transaksi atau kejadian lain yang sangat mempengaruhi perusahaan tersebut selama satu periode.

Kerugian atau loss

Kerugian adalah penurunan dalam ekuitas/aktiva bersih dari transaksi sampingan atau transaksi yang sesekali terjadi dari suatu entitas dan dari semua transaksi.

Contoh Laba

Contoh Laba Bersih

Perusahaan A dalam memproduksi produk X mengerluarkan beberapa biaya yaitu biaya listrik, transportasi dan biaya air. Total dari biaya-biaya tersebut disebut dengan biaya variabel perusahaan.

Untuk menghitung laba bersih yang diperoleh perusahaan A maka total hasil penjualan produk dikurangi dengan biaya produksi kemudian ditambah dengan biaya variabel.

Misalnya, total hasil penjualan produk perusahaan A adalah 500 juta Rupiah, biaya produksi 50 juta Rupiah dan biaya variabel 10 juta Rupiah maka laba bersih perusahaan A dalam memproduksi produk X adalah 440 juta Rupiah.

Contoh Laba Kotor

Perusahaan A dalam memproduksi barang X mengeluarkan biaya variabel dan biaya produksi.

Dalam hal ini, laba kotor perusahaan X dapat diketahui dengan mencari selisih antara total hasil penjualan produk perusahaan A dengan biaya produksi.

Misalnya, total hasil penjualan produk perusahaan A adalah 500 juta Rupiah sedangkan biaya produksi perusahaan A adalah 50 juta Rupiah, maka laba kotor perusahaan X adalah 450 juta Rupiah.

Contoh Laba Bersih Sesudah Pajak

Laba bersih dari perusahaan X adalah 440 juta Rupiah. Perusahaan X dikenakan pajak sebesar 10 persen dari total laba bersih yang diperoleh perusahaan X.

Besar pajak yang ditanggung oleh perusahaan X adalah 44 juta Rupiah. Jadi total laba bersih sesudah pajak perusahaan X adalah 440 juta Rupiah dipotong 44 juta Rupiah yaitu 396 juta Rupiah.

Faktor Yang Mempengaruhi Laba

Faktor yang Mempengaruhi Laba menurut Mulyadi

Menurut Mulyadi, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi laba yaitu biaya, harga jual, volume penjualan dan produksi.

Biaya dari perolehan/mengolah suatu produk/jasa akan mempengaruhi harga jual dari produk/jasa tersebut.

Harga jual suatu produk atau jasa akan mempengaruhi besarnya volume penjualan produk/jasa dari perusahaan tersebut.

Besarnya volume penjualan akan mempengaruhi volume produksi dari barang/jasa tersebut, selanjutnya volume produksi akan mempengaruhi besar kecilnya biaya produksi.

Faktor yang Mempengaruhi Laba Bersih Menurut Jumingan

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan laba bersih menurut Jumingan, diantaranya sebagai berikut ini:

  • Faktor yang mempengaruhi laba bersih salah satunya adalah metode akuntansi dalam perusahaan yang mengalami perubahan;
  • Perubahan laba bersih dapat disebabkan oleh faktor naik turunnya jumlah barang atau jasa yang dijual perusahaan dan harga barang atau jasa perusahaan tersebut;
  • Selanjutnya perubahan biaya usaha yang dipengaruhi oleh jumlah barang atau jasa yang dijual, variasi barang atau jasa yang dijual, variasi harga serta efisiensi operasi perusahaan dapat mempengaruhi laba bersih.
  • Perubahan dalam pajak perseroan juga akan mempengaruhi laba bersih. Perubahan pajak perseroan dipengaruhi oleh besar kecilnya laba yang diperoleh serta besaran tarif pajak perseroan itu sendiri.

Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Laba

Indikator terbaik atas kinerja adalah laba oleh karena itu apa yang diukur oleh laba dan komponen-komponennya adalah penting untuk dapat memahami dan menginterpretasikan keadaan keuangan dari suatu perusahaan.

Laba suatu perusahaan tidak selalu sama setiap periodenya, terkadang laba perusahaan bisa mengalami kenaikan dan tidak menutup kemungkinan laba perusahaan mengalami penurunan dari periode sebelumnya.

Perubahan laba dapat berupa kenaikan laba atau penurunan laba perusahaan pertahun.

Menurut Harianto dan Sudomo ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perubahan laba yaitu:

  • Periode Waktu

Periode waktu sangat berpengaruh terhadap perubahan laba karena semakin pendek interval waktu, akan semakin akurat ramalan perubahan terhadap laba tersebut.

  • Umur Perusahaan

Umur perusahaan dapat berpengaruh terhadap faktor perubahan laba karena manajemen perusahaan yang relatif cenderung kurang berpengalaman sehingga tidak cukup mampu menentukan ketepatan ramalan terhadap perubahan laba perusahaan.

  • Besaran Perusahaan

Besaran perusahaan dapat mempengaruhi perubahan laba karena skala ekonomi yang berbeda-beda, skala ekonomi yang tinggi dapat menyebabkan perusahaan dapat menghasilkan produk dengan tingkat biaya yang rendah.

Tingkat biaya rendah merupakan unsur untuk mencapai laba yang diinginkan sesuai standar yang dijabarkan dalam bentuk ramalan.

Sehubungan dengan itu, skala ekonomi yang tinggi akan menyebabkan biaya informasi untuk membuat ramalan menjadi turun.

Sehingga perusahaan yang memiliki skala ekonomi tinggi bisa membuat ramalan yang tepat karena kemungkinan perusahaan tersebut mempunyai kemampuan yang tinggi untuk menjamin prospek bisnis dimasa yang akan datang.

Jumlah sumber daya yang besar bisa membuat manajemen serta semua komponen dalam perusahaan menjadi percaya diri dan bekerja lebih tekun untuk mencapai laba yang diprediksikan.

  • Kredibitas Penjamin Emisi

Penjamin emisi berperan penting dalam setiap emisi efek melalui pasar modal.

Dengan demikian, integritas penjamin emisi memiliki hubungan positif dengan ketepatan informasi terhadap ramalan laba di dalam protestus.

  • Tingkat Leverage

Kewajiban manajer salah satunya adalah mengatur risiko oleh karena itu manajer harus berupaya untuk mengurangi risiko.

Tingkat leverage dapat mencerminkan risiko. Risiko tingkat leverage dapat tercermin dari likuiditas yang dimiliki perusahaan. Jadi, manajer harus dapat memperhatikan aspek ini dalam melakukan peramalan laba.

  • Integritas Auditor

Integritas Auditor memiliki dampak signifikan terhadap laporan keuangan, termasuk ramalan perubahan laba, oleh sebab itu auditor harus menjamin bahwa informasi keuangan perusahaan yang disajikan telah sesuai dengan pedoman penyajian laporan keuangan.

1 thought on “Pengertian Laba Adalah : Jenis, Unsur, Contoh Dan Faktor”

Leave a Comment


Notice: Undefined index: popup_cookie_glcbi in /home/jokowari/public_html/wp-content/plugins/cardoza-facebook-like-box/cardoza_facebook_like_box.php on line 924