Pengertian Laporan Keuangan Adalah : Jenis, Fungsi dan Contohnya

Laporan keuangan mempunyai peran yang sangat penting dalam perusahaan. Dengan adanya laporan ini akan membantu suatu perusahaan menggambarkan bagaimana kondisi keuangan dalam periode tertentu serta menggambarkan pula sejauh mana kinerja dari perusahaan tersebut.

Dilihat dari pentingnya bagi sebuah perusahaan, maka mempunyai pengetahuan mengenai laporan keuangan ini juga sangat diperlukan.

Nah, berikut ada rangkaian penjelasan yang akan mengupas lebih dalam mengenai Pengertian Laporan Keuangan Adalah : Jenis, Fungsi dan Contohnya. Simak ulasan lengkapnnya di bawah ini.

Pengertian Laporan Keuangan Menurut Para Ahli

Para pakar atau ahli telah mengemukakan beberapa penjelasan mengenai apa itu laporan keuangan. Beberapa diantaranya akan dijabarkan sebagai berikut.

Menurut Kasmir (2013)

Kasmir menjelaskan secara sederhana pengertian laporan keuangan adalah sebagai suatu laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dari suatu perusahaan dalam periode saat ini atau dalam periode tertentu.

Kondisi perusahaan terkini yang digambarkan dalam laporan keuangan tergambar dalam laporan keuangan pada tanggal tertentu untuk neraca dan periode tertentu untuk laba rugi.

Menurut Munawir (2010)

Munawir menjelaskan pendapatnya mengenai pengertian laporan keuangan ini terdiri dari perhitungan laba rugi, neraca, dan laporan perubahan ekuitas. Neraca keuangan dalam hal ini adalah sebuah laporan yang menunjukkan jumlah aset, kewajiban, serta ekuitas perusahaan di tanggal tertentu.

Kemudian, laporan laba rugi akan mencakup hasil yang dicapai oleh perusahaan dan beban-beban yang ada dalam kurun periode tertentu.

Untuk laporan perubahan ekuitas akan mencakup sumber, penggunaan, dan alasan-alasan mengapa perubahan ekuitas terjadi.

Menurut Harahap (2009)

Dalam penjelasannya mengenai pengertian laporan keuangan, Harahap menyatakan kondisi keuangan berdasarkan hasil usaha perusahaan di saat atau dalam kurun waktu tertentu.

Harahap juga menyebutkan beberapa contoh laporan keuangan yang umumnya dipakai yaitu neraca, laporan atau perhitungan laba rugi, perubahan ekuitas, arus kas, dan laporan posisi keuangan.

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009)

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, Pengertian laporan keuangan adalah bagian dari proses. Suatu laporan keuangan yang lengkap aan mempunyai beberapa hal seperti neraca, laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan posisi keuangan, dan laporan-laporan lainnya yang masih jadi bagian integral laporan keuangan tersebut.

Untuk laporan perubahan posisi keuangan dapat disajikan dengan beberapa metode atau cara berupa laporan arus dana dan laporan arus kas.

Dari beberapa uraian penjelasan yang telah dikemukakan oleh para ahli, laporan keuangan dapat didefinisikan sebagai berkas atau laporan yang isinya mencakup pencatatan uang.

Cakupan dari laporan ini biasanya akan berhubungan dengan transaksi pembelian, penjualan, maupun kredit dan bisa dikeluarkan setiap bulan maupun setiap tahun.

Dalam membuat laporan keuangan, dibutuhkan orang yang teliti dan paham betul mengenai seluk beluk mengenai hal tersebut.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Dalam beberapa pengertian yang telah disebutkan di atas, beberapa ahli juga ikut menyebutkan mengenai jenis-jenis laporan keuangan secara umum.

Nah, berikut ini akan dijabarkan lebih lanjut jenis-jenis laporan keuangan tersebut yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan modal.

Baca Juga : Pengertian Laba

Neraca

Neraca sering disebut juga dengan balanced sheet merupakan bentuk laporan keuangan terdiri dari kewajiban-kewajiban atau utang perusahaan, aset, dan hak dari pemilik perusahaan yang tertanam di perusahaan tersebut.

Neraca Perdagangan Barang
Neraca Perdagangan Barang

Dalam penyusunannya, neraca diharuskan disusun secara sistematis. Dengan begitu, bisa meggambarkan dengan jelas bagaimana posisi keuangan.

Selain disebut dengan balanced report, neraca juga kerap disebut dengan statements of financial position. Hal ini dikarenakan neraca juga menggambarkan posisi keuangan dan berupa report status bukan flow report.

Supaya posisi keuangan bisa tergambar dengan jelas, ada 3 unsur dari laporan keuangan yang harus ada dalam neraca diantaranya adalah aktiva, kewajiban, dan ekuitas.

  • Aktiva

adalah sebuah sumber daya yang dimiliki dan dikuasai oleh perusahaan dan terbagi lagi ke dalam 5 jenis. Kelima jenis aktiva tersebut diantaranya adalah aktiva lancar, investasi jangka panjang, aktiva tetap, aktiva yang tidak berwujud, dan aktiva lainnya. Lebih lanjut, contoh dari aktiva lancar adalah kas, piutang, surat berharga, persekot biaya.

Investasi jangka panjang contohnya saham dan obligasi. Contoh untuk aktiva tetap adalah tanah, gedung, mesin, dan kendaraan.

Sementara itu, contoh aktiva tidak berwujud adalah hak cipta, merek, dan lisensi. Untuk jenis aktiva lainnya ini adalah aktiva yang tidak termasuk ke dalam 4 aktiva yang telah disebutkan. Contohnya adalah beban ditangguhkan, deposito, piutang kepala direksi, dan pinjaman karyawan.

  • Kewajiban

Kewajiban adalah utang perusahaan yang terbagi lagi kedalam tiga jenis. Jenis yang pertama yaitu kewajiban lancar yang contohnya adalah utang wesel, utang gaji, utang pajak, dan upah.

Jenis kedua adalah kewajiban jangka panjang yang contohnya adalah utang obligasi, utang bank, utang hipotik, dan kredit investasi.

Lalu, jenis yang ketiga adalah kewajiban lainnya yang contohnya adalah utang ke direksi dan utang ke pemegang saham.

  • Ekuitas

Ekuitas adalah bagian dari hak pemilik perusahaan berupa selisih antara aktiva dan kewajiban. Kemudian Ekuitas dibedakan ke dalam 2 jenis lagi yaitu ekuitas dari setoran pemilik dan ekuitas hasil operasi.

Ekuitas setoran pemilik contohnya berupa modal saham, sedangkan ekuitas hasil operasi contohnya dalam bentuk dividen atau ditahan.

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi merupakan laporan keuangan yang berupa ringkasan dari pendapatan serta biaya perusahaan dalam kurun periode tertentu yang diakhiri dengan laba rugi pada periode tertentu tersebut. Umumnya, laporan laba rugi disajikan dalam dua bentuk yaitu single step dan multiple step.

Dalam bentuk single step, semua penghasilan yang didapatkan akan dijadikan dalam satu kelompok penghasilan. Sementara itu, semua beban dikelompokkan dalam kelompok beban.

Nah, selisih antara kelompok penghasilan dan kelompok beban inilah yang nantinya menghasilkan penghasilan bersih atau laba.

Kemudian, multiple step merupakan bentuk laporan laba rugi yang mana penghasilan bersih atau laba dihitung dengan bertahap didasarkan dengan aktivitas tertentu.

Oleh karenanya dalam bentuk ini, semua penghasilan maupun beban disajikan berdasarkan dengan kegiatan usaha atau di luar usaha.

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang memuat informasi mengenai arus keluar masuknya uang perusahaan dalam kurun waktu tertentu.

Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas

Tujuan dari pembuatan laporan arus kas adalah untuk mengetahui perputaran uang di periode sebelumnya tersebut.

Mengingat laporan arus kas juga berperan sebagai bentuk evaluasi untuk periode selanjutnya, maka harus dibuat sejelas dan selengkap mungkin.

Laporan Perubahan Modal

Dalam laporan perubahan modal, akan ada data-data penting mengenai modal perusahaan. Sama seperti laporan keuangan lainnya, laporan perubahan modal juga dibuat untuk periode-periode tertentu, entah itu dalam kurun 6 bulan atau 1 tahun.

Jenis modal yang didapatkan oleh perusahaan harus dijelaskan dengan jelas dari segi nominalnya hingga dari mana modal tersebut sebenarnya.

Dalam pembuatannya, laporan perubahan modal biasanya akan dilakukan setelah laporan laba rugi selesai dibuat. Hal ini dikarenakan laba perusahaan dari laporan laba rugi bisa saja dijadikan sebagai suntikan modal dikala modal sedang kolaps.

Fungsi Laporan Keuangan

Secara umum, setiap perusahaan pastinya menginginkan untuk mengetahui bagaimana bisnis mereka berjalan. Kelancaran dan kinerja dari suatu perusahaan sebenarnya bisa diukur dengan laporan keuangan yang ada.

Nah, selain itu, masih ada beberapa fungsi laporan keuangan yang bisa kamu simak selengkapnya berikut.

Untuk Mengetahui Perkembangan Usaha

Fungsi pertama ini tergolong sebagai fungsi yang paling krusial. Dari laporan keuangan ini akan terlihat seberapa jauh kinerja perusahaan.

Jika dalam laporan keuangan terlalu banyak kerugian yang tertulis, maka bisa dipastikan kalau kinerja perusahaan memang kurang bagus dalam periode tersebut.

Akan tetapi, bila laporan menunjukkan jumlah profit yang cukup bagus, maka sudah pasti jika performa bisnis sedang dalam kondisi yang bagus pula.

Untuk Bahan Evaluasi

Adanya laporan keuangan juga berfungsi sebagai bahan evaluasi bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan akan menjadi acuan mengenai kinerja perusahaan kedepannya.

Dari laporan ini kita pun bisa dilihat bagaimana kira-kira solusi dan perencanaan yang tepat supaya kedepannya kinerja perusahaan bisa lebih baik lagi.

Jika laporan ini tidak dibuat, tentu setiap perusahaan akan kesulitan dan tidak bisa menentukan langkah untuk periode berikutnya.

Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Perusahaan

Selain 2 fungsi di atas, laporan keuangan juga bisa berfungsi sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dengan investor maupun pemerintah.

Pertanggungjawaban ini akan terkait dengan permasalah pajak dan lainnya. Disamping itu, adanya laporan keuangan ini juga akan membantu untuk menunjukkan seberapa kredibel suatu perusahaan.

Dalam beberapa kasus, ketika sebuah perusahaan ingin melakukan pinjaman ke suatu bank, maka biasanya staff bank akan meminta laporan keuangan.

Dari laporan tersebut, pihak bank akan bisa menentukan apakah perusahaan tersebut benar-benar layak untuk diberi pinjaman atau tidak. Jadi, begitulah pentingnya sehingga tidak boleh dibuat secara sembarangan.

Contoh Laporan Keuangan

Untuk lebih memahami lagi secara detail, kamu bisa menyimak beberapa contoh laporan keuangan berikut.

Laporan Neraca

Neraca Per 31 Agustus 2020

Nama Rekening Jumlah (Rp)
Kas 35.200.000,00
Piutang 14.200.000,00
Persediaan Barang Dagangan 3.000.000,00
Perlengkapan 1.000.000,00
Tanah 50.000.000,00
Jumlah 103.400.000,00

Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi 31 Agustus 2020

Pendapatan Jasa 7.000.000,00
Beban-Beban:
Beban Gaji 1.000.000,00
Beban sewa 500.000,00
Beban Iklan 200.000,00
Beban Perlengkapan 300.000,00
Beban Penyusutan Peralatan 400.000,00
Beban Rupa-Rupa 400.000,00
Total Beban 2.800.000,00
Laba Bersih 4.200.000,00

Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas Periode 31 Agustus 2020

Aktifitas Operasional
Penjualan Rp 200.000.000
Retur Pembelian Barang Dagang Rp 40.000.000
Pembelian Persediaan Barang Rp (50.000.000)
Total Biaya & Beban Rp (50.000.000)
Pembayaran Pajak Usaha Rp (20.000.000)
Arus Kas untuk Aktifitas Operasional Rp 140.000.000
Aktifitas Investasi
Pembelian Mesin Baru Rp (10.000.000)
Penyewaan Kendaraan Operasional Rp 14.000.000
Akuisisi
Kas untuk Aktifitas Investasi Rp 1.000.000
Aktifitas Pendanaan
Penambahan Modal Rp 20.000.000
Pengembalian Hutang Rp (30.000.000)
Kas untuk Aktifitas Pendanaan Rp (10.000.000)
Kenaikan Kas
Posisi Kas 1/8/2020 Rp 120.000.000
Posisi Kas 31/8/2020 Rp (70.000.000)
  Rp 50.000.000

Laporan Perubahan Modal

Laporan Perubahan Modal Per 31 Desember 2019

Modal Awal Per 1 Januari 2019 Rp 20.000.000
Laba Bersih Setelah Pajak Rp 14.000.000
Total Rp 34.000.000
Prive Rp (3.000.000)
Modal Akhir Per 31 Desember 2019 Rp 31.000.000

Nah, itulah berbagai penjelasan mengenai Pengertian Laporan Keuangan Adalah : Jenis, Fungsi dan Contohnya. Dari rangkaian penjelasan di atas, bisa dikatakan jenis laporan ini adalah sesuatu yang sangat penting dalam perusahaan.

Dalam membuat laporan keuangan ini juga dibutuhkan ketelitian dan keahlian khusus. Oleh karenanya, dalam menyusun dibutuhkan seorang yang ahli di bidang tersebut.

Leave a Comment


Notice: Undefined index: popup_cookie_glcbi in /home/jokowari/public_html/wp-content/plugins/cardoza-facebook-like-box/cardoza_facebook_like_box.php on line 924