Pengertian Over Kredit Adalah : Cara dan Prosesnya

Pengertian Over Kredit Adalah : Cara dan Proses Over Kredit – Over kredit merupakan pengalihan kredit dari kreditur yang lama ke kreditur yang baru, dalam hal ini sebagai contoh yaitu misalnya Budi membeli sebuah rumah dengan KPR berjangka waktu 15 tahun.

Kemudian pada tahun ke 7 Budi ingin menjual rumah tersebut kepada Rahma.

Dan Rahma bisa membeli rumah tersebut sesuai harga yang diminta oleh Budi ditambah sisa pokok kredit yang masih ada dan kemudian Budi melunasi kredit rumah itu ke bank.

Atau juga dengan lankah kedua, Rahma membayar harga yang diinginkan Budi dan meneruskan kredit Budi sampai lunas setelah jangka waktu 15 tahun tersebut.

Langkah kedua itu yang dimaksud dengan proses uver kredit. Jadi kalian akan menggantikan pembayaran angsuran kredit orang lain yang rumahnya akan kalian beli.

Baca Juga : Pengertian Kredit Mikro

Cara dan Proses Over Kredit

Nah, dalam proses over kredit ini ada beberapa cara diantaranya adalah :

1. Proses resmi melalui Bank

Dalam proses ini yaitu kalian dan penjual akan menghubungi pihak bank guna melakukan proses over kredit.

Lalu kemudian oleh pihak bank akan melakukan analisa terlebih dahulu terhadap kemampuan finansial kalian untuk meneruskan angsuran pinjaman tersebut.

Analisa yang dilakukan sama dengan analisa pemberian kredit pada umumnya.

Dan jika analisa menunjukkan kalian tidak cukup mampu untuk meneruskan angsuran yang dimaksud. Maka pihak bank akan menolaknya.

Akan tetapi jika disetujui oleh pihak bank maka bank akan mengenakan biaya over kredit dan biaya lainnya yang diperlukan. Misalnya seperti biaya notaris dan asuransi.

Dan kemudian kalian akan bertindak sebagai debitur baru yang menggantikan posisi penjual sebagai debitur lama.

Kalian akan menandatangani kredit baru atas nama kalian. Proses ini merupakan proses over kredit yang paling terjamin secara hukum.

Baca Juga : Kerugian Mengajukan Pinjaman Uang Di Bank

2. Proses melalui Notaris

Dalam proses ini kalian dan penjual akan menghubungi Notaris dan menyampaikan maksud kalian untuk melakukan over kredit atas rumah penjual.

Kalian dan sipenjual diwajibkan untuk menyertakan dokumen pendukung seperti Fotokopi perjanjian kredit, fotokopi sertifikat yang ada stempel bank, fotokopi IMB, fotokopi PBB yang sudah dibayar, fotokopi bukti pembayaran angsuran, data penjual dan pembeli.

Setelah itu Notaris akan membuat Akta pengikatan jual beli atas pengalihan hak atas tanah dan bangunan yang dimaksud berikut dengan surat kuasa untuk melunasi sisa angsuran dan kuasa untuk mengambil sertifikat.

Lalu sipenjual akan membuat Surat Pernyataan/Pemberitahuan bahwa telah terjadi alih kewajiban dan hak atas kredit dan agunan yang dimaksud. Surat pernyataan ini ditujukan kepada pihak bank.

3. Proses dibawah tangan

Proses ini yaitu kalian melakukan jual beli rumah dengan penjual hanya dengan melalui bukti kuitansi. Yang selanjutnya kalian akan mengangsur rumah itu sebagaimana yang dilakukan oleh penjual rumah sebelumnya.

Over kredit memiliki manfaat, misal dalam over kredit rumah yaitu biasanya dilakukan setelah KPR berjalan beberapa tahun, yang berarti rumah juga sudah jadi dan sudah siap untuk ditempati beberapa tahun.

Selain rumah yang sudah terbentuk dengan sempurna, lingkungan sekitar juga pastinya sudah terbentuk.

Maka nilai rumah akan lebih tinggi, namun bisa didapat dengan harga yang murah.

Over kredit bisa terjadi karena pemilik lama yang sedang membutuhkan uang atau dipindah tugaskan ke tempat lain.

Sehingga perhitungan uang tunai yang diminta pemilik lama di awal biasanya hanya sebesar jumlah cicilan yang sudah dibayar ditambah DP.

Sementara nilai rumah di lokasi yang bagus pastinya akan berkembang sejalan dengan waktu.

Maka dari itu kalian akan membeli rumah dengan nilai kredit beberapa tahun yang lalu, dimana sebenarnya harga rumah tersebut sudah lebih besar saat ini.

Namun, pastikan untuk menganalisa pasar di lokasi rumah tersebut terlebih dahulu untuk memastikan besar atau kecil perkembangan nilai.

Leave a Comment