Pengertian Reklame : Pengertian, Jenis, Fungsi, Tujuan dan Contoh

Tahukah Anda tentang pengertian reklame? Ada banyak cara untuk memperkenalkan sesuatu kepada khalayak ramai. Salah satunya dengan menggunakan reklame. Pertanyaannya adalah apa yang dimaksud dengan reklame?

Nah, untuk menjawab pertanyaan di atas, maka di bawah ini akan diulas pengertian reklame secara lengkap. Termasuk akan dijabarkan mengenai jenis, fungsi, tujuan dan contoh-contohnya. Ini ulasan selengkapnya:

Pengertian Reklame

Jika dibaca dari pandangan secara umum, pengertian reklame secara umum suatu jenis media. Yang mana fungsinya adalah untuk menginformasikan sesuatu kepada masyarakat.

Ciri medianya ialah memiliki konten informasi yang singkat dan dipenuhi dengan gambar dan teks.

Biasanya media ini ditujukan untuk memberikan informasi terus menerus atau kontinue. Durasinya tergantung pemasang apakah selama satu bulan atau selama satu tahun.

Ini juga disesuaikan dengan hasil perjanjian antara pemasang dengan pihak yang memiliki atau yang mengelola lokasi pemasangan.

Pengertian Reklame Menurut Para Ahli

Ahli bahasa juga banyak yang memberikan pengertian terhadap reklame. Mereka melihatnya dari berbagai macam sudut pandang. Sehingga antara pengertian ahli yang satu dengan yang lain kadang terdapat perbedaan.

Di bawah ini ada beberapa pendapat ahli tentang pengertian reklame. Semua dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan diperkuat dengan analisa yang tajam. Ini dia pendapat yang dimaksud:

1. Barata

Menurut Barata pengertian reklame adalah bentuk aktivitas yang didalamnya berisi teknik penyampaian ide dan informasi terkait barang dan jasa.

Tujuan dari aktivitas ini ialah untuk menarik perhatian masyaakat supaya berkenan untuk membeli produk tersebut. Makanya reklame dibuat semenarik mungkin dengan kata-kata persuasif yang kental.

Barata menyimpulkan kalau reklame bukan media tetapi satu teknik promosi produk dan jasa.

Artinya, beliau ingin mensyaratkan kalau reklame tidak harus berupa papan informasi yang dipasang di pinggir jalan. Promosi melalui lisan pun bisa dianggap me-reklame-kan produk dan jasa.

2. Panji

Panji memiliki pandangan berbeda terkait pengertian reklame. Menurutnya, pengertian reklame adalah kegiatan menginformasikan produk dan jasa kepada khalayak ramai.

Tetapi bukan semata agar masyarakat membeli produk tetapi cukup mereka mengenal saja kalau telah ada produk dan jasa terbaru.

Sejatinya antara Barata dengan Panji memiliki pengertian yang relatif sama. Yaitu membuat reklame semata agar masyarakat tertarik walaupun sekadar membaca isi dari reklame yang dibuat. Untuk selanjutnya animo dan daya beli masyarakat yang memegang peranan.

3. Kriyantono

Menurut Kriyantono reklame adalah satu jenis komunikasi tunggal. Sebab, di dalam prosesnya tidak melibatkan satu individu pun. Sedangkan bentuk komunikasinya adalah penyampaian informasi terkait produk barang dan jasa.

Tujuan komunikasi ini ialah bagaimana sekiranya konsumen tertarik untuk membeli produk dan jasa yang diinformasikan.

Maka dari itu, konten komunikasi dibuat semenarik mungkin dengan teks dan audio visual yang instagenik. Lokasi pemasangannya pun tidak boleh sembarangan melainkan di tempat-tempat yang memang strategis.

4. Durianto

Durianto memberikan pandangan berbeda terkait pengertian reklame. Menurutnya reklame adalah satu bentuk teknik untuk membujuk seseorang agar bersedia membeli produk dan jasa yang ditawarkan. Maka dari itu, konten reklame harus benar-benar bernuansa bujukan yang kental.

Media dari reklame sendiri banyak macamnya. Ada yang menggunakan papan lalu dipasang di pinggir jalan protokol. Ada juga reklame yang berupa brosur dan spanduk yang ditempel di tempat-tempat yang strategis.

Fungsi Reklame

Ada banyak fungsi reklame yang perlu diketahui oleh Anda. Sebuah tujuan yang menjadi dasar pembuatan reklame dengan berbagai bentuk dan jenisnya. Namun fungsi yang dimaksud adalah fungsi-fungsi yang paling umum.

Berikut ini akan dijabarkan fungsi-fungsi reklame yang dimaksud. Silakan disimak lalu jadikan dasar alasan mungkin Anda ingin mempromosikan produk dengan teknik ini. Ini dia fungsi yang dimaksud:

1. Untuk Membujuk Konsumen

Fungsi yang pertama ialah untuk membujuk konsumen agar bersedia membeli produk atau jasa yang ditawarkan.

Makanya konten reklame harus menarik dan bisa membuat konsumen bersemangat untuk melakukan pembelian. Jika reklame tidak bisa membujuk konsumen berarti promosinya telah gagal.

Itu artinya, biaya pembuatan reklame yang dikeluarkan sia-sia. Padahal harganya bisa mencapai jutaan rupiah tergantung berapa durasi reklame yang dipasangkan. Jika ini yang terjadi, maka proses evaluasi harus dilakukan untuk pembuatan reklame berikutnya.

2. Untuk Memberi Informasi Dengan Cepat

Fungsi reklame yang berikutnya adalah untuk memberikan informasi dengan cepat. Karena dibandingkan promosi secara lisan tentu teknik reklame lebih bagus. Apalagi jika kontennya bagus dan penuh dengan gambar.

Karena fungsi ini, konten untuk reklame tidak hanya produk dan jasa saja. Tetapi juga ada informasi lain seperti pendidikan, himbauan pemerintah, peringatan dan selainnya.

Hasinya juga sangat efektif dan cukup membantu sosialisasi informasi secepat mungkin kepada masyarakat.

3. Agar Konsumen Mendapatkan Informasi Detil

Jika promosi hanya mengandalkan ujaran tentu informasi yang disampaikan tidak maksimal. Apalagi promosi semacam ini dibatasi oleh waktu dan kesempatan. Maka dari itu, dibutuhkan teknik promosi lain yang salah satunya adalah reklame.

Nah, jika menggunakan reklame materi yang ditulis bisa detil dan lengkap. Karena medianya cukup besar dan bisa dibentuk seperti buklet atau buku. Karena itu, pengusaha lebih memilih menggunakan reklame dibandingkan media yang lain.

Tujuan Pembuatan Reklame

Reklame dibuat demi tujuan-tujuan tertentu. Khususnya yang terkait dengan promosi barang dan jasa dari perusahaan. Namun, lebih jauh dari itu, ternyata masih ada tujuan lain yang menjadi dasar dibuatnya reklame.

Tujuan Pembuatan Reklame
Tujuan Pembuatan Reklame

Di bawah ini, ada beberapa tujuan reklame yang perlu diketahui oleh Anda. Sehingga bisa diketahui alasan mengapa banyak perusahaan begitu getol menerapkan teknik ini. Untuk itu, silakan disimak ini tujuan yang dimaksud:

1. Tujuan Promosi

Tujuan dibuatnya reklame yang pertama ialah tujuan promosi. Maksudnya, reklame dibuat untuk memasarkan produk barang dan jasa kepada khalayak ramai. Yang termasuk ke dalam tujuan ini adalah reklame yang di dalamnya terdapat review perusahaan.

Tujuan promosi merupakan tujuan utama dari dibuatnya reklame. Hal ini dinisbatkan pada kecenderungan perusahaan yang menggunakan dibandingkn dinas dan jawatan yang lain.

Memang ada kantor yang memanfaatkan reklame tetapi biasanya demi untuk menyampaikan informasi non komersial.

2. Tujuan Informasi

Tujuan dibuat reklame yang kedua adalah tujuan informasi. Maksudnya sebagai alat penyampai informasi yang cepat, singkat dan padat. Dengan adanya reklame masyarakat benar-benar mendapatkan informasi yang utuh.

Tujuan ini bisa dibaca dari reklame yang berisi himbauan dan ajakan dari pemerintah. Termasuk reklame himbauan untuk mematuhi prokes seperti memakai masker dan menghindari kerumunan.

Kontennya terserah si pemilik informasi, tetapi konsep pembuatannya harus yang sekiranya menarik minat.

3. Tujuan Komunikasi

Tujuan komunikasi adalah tujuan pembuatan reklame secara filosofis. Yang mana setiap reklame yang dibuat baik iklan, poster dan brosur semata untuk mengkomunikasikan sesuatu hal kepada khalayak ramai.

Sedangkan kalau menggunakan media ujaran terlalu ribet.

Komunikasi di dalam reklame ternyata memang lebih efektif dibandingkan media lain.

Apalagi media ini bisa ditempatkan di mana saja, termusuk di lokasi yang ramai. Konsep komunikasi semacam ini yang lebih diminati dibandingkan yang lain.

Jenis Reklame

Pada dasarnya jenis reklame dibagi menjadi dua saja. Yaitu reklame komersil dan reklame non komersil. Dari dua konsep inilah muncul contoh reklame seperti iklan, brosur, pamflet dan selainnya.

Nah di bawah ini akan dijelaskan tentang dua jenis reklame di atas. Sehingga bisa dipetakan reklame jenis apa yang akan dibuat. Ini jenis reklame yang dimaksud:

1. Reklame Komersil

Reklame komersil maksudnya adalah reklame yang berhubungan dengan perniagaan atau jual beli.

Biasanya reklame semacam ini berisi konten pemasaran supaya masyarakat tertarik untuk membeli produk tertentu. Reklame jenis ini banyak macamnya termasuk iklan yang dipasang di pinggir jalan raya.

Reklame komersil tidak boleh dipasang sembarangan. Pihak perusahaan juga harus membayar izin pemasangan dengan nominal yang sudah disepakati bersama.

Jika ini tidak dipatuhi, maka reklama bisa diturunkan secara paksa.

2. Reklame Non Komersil

Reklame non komersil adalah kebalikan dari reklame komersil. Artinya, media ini dibuat tidak untuk perniagaan melainkan untuk informasi dan himbauan saja. Misal reklame pendidikan, kebudayaan, iklan lowongan kerja dan selainnya.

Jika yang membuat reklame adalah jawatan tertentu, biasanya tidak usah membayar perizinan. Karena memang lokasi reklame dibuat untuk informasi pemerintah dan bukan untuk yang lain. Termasuk tidak untuk perusahaan.

Contoh Reklame

Sudah dijelaskan di awal, kalau reklame adalah media untuk menyampaikan informasi produk dan jasa.

Oleh sebab itu, ada banyak contoh reklame yang digunakan tergantung seberapa efektif pesan yang disampaikan.

Terkadang perusahaan menggunakan semua jenis reklame ketika memasarkan produknya.

Di bawah ini ada beberapa contoh reklame yang paling umum. Semuanya berisi informasi produk yang dibuat dengan menarik dan menggugah konsumen.

Biasanya reklame ini dipasang di jalan yang ramai dan media yang lain. Ini dia contoh reklame yang dimaksud:

1. Iklan

Contoh reklame yang pertama ialah iklan. Sebuah media informasi singkat terkait produk barang dan jasa yang biasanya dipasang di media seperti koran dan majalah.

Tak hanya itu, iklan juga kadang dimanfaatkan sebagai media informasi seputar lowongan pekerjaan.

Untuk memasang iklan di media tentu pihak pemasang harus membayar terlebih dahulu.

Untuk nominalnya disesuaikan dengan berapa durasi iklan terpasang di media tersebut. Semakin lama durasinya tentu bayarannya juga semakin mahal.

Baca Juga : Cara Membuat Iklan Yang Menarik

2. Spanduk

Contoh reklame yang berikutnya ialah spanduk. Ini adalah informasi singkat yang biasanya ditulis pada kain atau kertas khusus berukuran cukup lebar. Semakin lebar ukuran spanduk, potensi informasi diketahui masyarakat juga semakin besar.

Spanduk tidak hanya berisi pemasaran produk dan jasa saja. Tetapi juga ada informasi lain seperti himbauan tentang kebersihan, informasi kegiatan sosial dan selainnya.

Nah, inti dari spanduk sendiri adalah bagaimana sekiranya informasi bisa tersampaikan dengan cepat.

3. Brosur

Brosur juga merupakan bagian dari contoh reklame yang umum digunakan. Biasanya reklame ini dipakai untuk review produk seperti pendidikan, barang dan jasa, kesehatan dan selainnya.

Karena kontennya cukup lengkap maka biasanya brosur dikemas berlembar-lembar seperti buklet.

Sekalipun demikian cara penulisannya tetap mengedepankan bahasa yang efektif. Karena jika terlalu panjang tentu masyarakat malas membaca yang ada brosur malah dibuang.

Oleh sebab itu, jangan sembarangan membuat brosur.

Itulah penjelasan lengkap tentang Pengertian Reklame : Pengertian, Jenis, Fungsi, Tujuan dan Contoh. Mungkin bisa Anda jadikan pedoman sebelum benar-benar memanfaatkan reklame sebagai media informasi dan promosi. Karena tanpa pemahaman yang utuh, bisa-bisa rencana latar reklame menjadi gagal.

Leave a Comment