Pengertian Revaluasi : Metode, Manfaat, Dampak dan Contohnya

Pengertian Revaluasi

Menjalani kehidupan di masa-masa pandemi covid 19 seperti saat ini terbilang cukup sulit karena banyak aktifitas yang dibatasi bahkan banyak juga pegawai yang terpaksa harus diberhentikan dari tempat kerjanya.

Oleh karena itu memulai suatu usaha secara mandiri adalah salah satu alternatif yang cukup efektif agar dapat tetap mendapatkan penghasilan.

Namun dalam pelaksanaannya tidak mudah karena persaingan sangat ketat dan ada beberapa kebijakan maupun yang dapat memajukan perusahaan atau malah membuat perusahaan bangkrut.

Ada beberapa istilah dalam dunia bisnis yang harus kita pahami secara baik seperti revaluasi.

Apa itu revaluasi? pengertian Revaluasi adalah aturan khusus yang disusun dan ditetapkan oleh pemerintah untuk meningkatkan nilai dari mata uang dalam negeri atau Rupiah terhadap mata uang asing baik dolar maupun mata uang negara lainnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga kestabilan nilai mata uang di dalam negeri.

Metode Revaluasi

Pelaksanaan revaluasi dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu:

1. Metode Indeksasi

Indeksasi dilakukan untuk mengetahui biaya terkini yang mengacu pada daftar indeks dari departemen statistik.

2. Metode Harga Pasar Saat Ini

Harga pasar dilakukan agar nilai asset yang dihitung disesuaikan dengan harga pasar aset yang berlaku.

3. Metode Penilaian

Metode penilaian dilakukan dengan menilai asset secara rinci untuk mengetahui nilai pasar.

Manfaat Revaluasi

Revaluasi tidak hanya bermanfaat untuk kestabilan ekonomi dalam suatu negara tapi juga bisa menyebabkan manfaat lain yaitu:

1. Menunjukan Posisi Kekayaan yang Wajar

Manfaat pertama dari revaluasi adalah untuk menunjukkan posisi kekayaan yang wajar pada perusahaan.

Sebelumnya kita telah bahas ketahui bahwa tujuan utama dari revaluasi aset adalah demi memberikan nilai sebenarnya pada aset perusahaan.

Sehingga, nilai aset yang tercatat dalam laporan keuangan akan menunjukkan nilai yang wajar. Revaluasi aset juga akan sangat penting untuk perusahaan yang sudah Initial Public Offering (IPO), karena pihak perusahaan bisa memanfaatkannya untuk menyusun nilai aset pada harga yang cenderung lebih realisitis.

2. Mengontrol Modal

Manfaat kedua dari revaluasi adalah untuk mengontrol modal dengan cara menurunkan debt to equity ratio yang dimiliki oleh suatu perusahaan.

Hal ini dimaksudkan agar dapat dipermudah saat perusahaan akan melakukan pinjaman modal ke bank.

Karena dengan penurunan debt to equity ratio akan meningkatkan jumlah modal perusahaan yang juga turut meningkatkan capital adequacy ratio. Sehingga bank akan ikut mendapat keuntungan dari keuntungan yang diperoleh perusahaan.

3. Menarik Minat Investor

Kemudian manfaat ketiga dari revaluasi adalah untuk menarik minat para investor, yaitu dengan terus meninngkatkan  performa finansial perusahaan.

Semakin tinggi performa finansial yang dimiliki suatu perusahaan maka akan semakin banyan investor yang ingin menanamkan modalnya.

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan cara menerbitkan obligasi atau penawaran surat saham perusahaan yang perhitungannay mengacu pada debt to assets ratio dan debt to equity ratio perusahaan, dengan ini perusahaan akan mendapatkan kepercayaan penuh dari para investor.

4. Mengurangi Kewajiban Perpajakan

Selanjutnya manfaat dari revaluasi adalah mengurangi kewajiban pajak.

Hal ini bisa terjadi karena dengan semakin meningkatnya nilai asset pada sebuah perusahaan dapat memberikan resiko biaya penyusutan perusahaan yang kemudian akan berdampak pada catatan laporan keuangan sehingga perusahaan akan mengalami penurunan keuntungan dan beban wajib pajak tahunannya.

5. Membantu Perusahaan yang bernecana Melakukan Merger

Manfaat terakhir dari revaluasi adalah membantu perusahaan yang akan melakukan merger dengan perusahaan lainnya.

Pada saat perusahaan ingin melakukan merger maka diharuskan untuk melakukan penilaian kembali pada asset-aset tetapnya dengan tujuan agar aset yang sesungguhnya akan benar-benar diketahui jumlah dan keadaannya.

Penyebab Revaluasi

Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya revaluasi:

  1. Adanya perubahan tingkat suku bunga yang terjadi di berbagai negara dan peristiwa-peristiwa berskala besar yang memberi pengaruh secara signifikan terhadap perekonomian (profitabilitas dan daya saing).
  2. Adanya perubahan atau pergantian kepemimpinan di suatu negara yang akhirnya dapat menimbulkan perubahan dalam stabilitas pasar tertentu.
  3. Dan adanya pemintaan pasar yang spekulatif dan memberi pengaruh yang signifikan terhadap nilai mata uang suatu negara.

Dampak Revaluasi

Revaluasi dalam pelaksanaannya memberikan dampak terhadap kondisi perekonomian secara negative maupun positif.

Revaluasi pada dasarnya merupakan kebijakan yang dimaksudkan untuk kepentingan ekonomi negara dalam jangka panjang.

Saat kondisi nilai rupiah di Indonesia dalam keadaan stabil dalam jangka waktu yang cukup lama maka pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di Indonesia akan semakin membaik.

Terlebih jika pada neraca perdagangan mengalami surplus atau defisit yang tergantung dari nilai tukar rupiah.

Akan tetapi, di sisi lain revaluasi juga bisa memberikan dampak yang negatif pada perusahaan yaitu semakin beratnya daya saing dan keuntungan yang akan didapatkan oleh para pengusaha di dalam negeri saat melakukan ekspor dan impor suatu produk.

Karena revaluasi juga dapat menurunkan nilai harga produk lokal di pasar internasional.

Pengaruh Revaluasi

Revaluasi memberi beberapa pengaruh terhadap berbagai bidang terutama terhdap suatu peruashaan atau bisnis yang sedang berjalan.

Adapun beberapa penagruh revaluasi terhadap bisnis adalah sebagai berikut:

1. Kasus Impor

Pengaruh revaluasi terhadap kasus impor adalah positif.

Saat suatu perusahaan mengimpor produk dari luar negeri maka kebijakan revaluasi akan memberikan keuntungan terhadap perusahaan tersebut karena biaya yang harus dikeluarkan lebih murah.

Misal saat mengimpor beras dengan harga seribu dolar dengan nilai tukar rupiah sebesar lima belas ribu rupiah maka biaya yang harus dikeluarkan adalah lima belas juta rupiah.

Sedangkan dengan kebijakan revaluasi yang menguatkan rupiah menjadi sebelas ribu maka biaya yang dikeluarkan cukup sebelas juta saja.

Baca Juga : Manajemen Biaya : Pengertian, Jenis Konsep, Prinsip dan Contoh

2. Kasus Ekspor

Pengaruh revaluasi terhadap kasus ekspor adalah negatif. Hal ini disebabkan karena kebijakan revaluasi akan menyebabkan penurunan harga jual produk di mata asing.

3. Kasus Saham

Kebijakan revaluasi dapat memberi pengaruh positif pada kasus saham setelah diamati dalam jangka waktu tertentu.

Contoh Revaluasi

Salah satu perusahaan pembuatan pipa bernama PT. Sukses Abadi adalah perusahaan yang melakukan penjualan pipa hingga  ke berbagai negara Asia hingga Eropa.

Dalam transaksinya, mata uang yang digunakan adalah Dolar Amerika Serikat atau disingkat USD.

Misal pada bulan Febriari 2021 nilai tukar USD ke Rupiah adalah empat belas ribu rupiah, namun pada bulan Mei nilai tukarnya turun menjadi tiga belas ribu rupiah karena adanya kebijakan revaluasi dari pemerintah Indonesia.

Dengan adanya perubahan nilai mata uang tersebut maka akan berubah juga nilai pembayaran dari para konsumen.

Setelah adanya kebijakan revaluasi produk yang diekspor akan menjadi lebih mahal harganya sedangkan produk yang diimpor menjadi lebih murah harganya.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai revaluasi yang ternyata memberi dampak negatif sekaligus positif bagi suatu perusahaan.

Mempelajari dan memahami pengertian revaluasi sangat penting sebagai bekal pengetahuan kita semua terlebih bagi para pengusaha yang memiliki perusahaan atau sedang menjalankan suatu bisnis agar dapat mengantisipasi segala kemungkinan yang tidak diharapkan dan dapat memanfaatkan secara optimal kondisi-kondisi yang sekiranya dapat menguntungkan bisnis yang sedang dijalani.

Semoga artikel pengertian revaluasi dapat memberi manfaat bagi para pembaca sekalian khususnya bagi pembaca yang sedang menjalankan suatu bisnis.

Leave a Comment