Pengertian Siklus Akuntansi Adalah : Tahapan dan Jenisnya

Dalam kegiatan operasional di perusahaan terutama dalam hal keuangan, dikenal sebuah istilah yang dijuluki dengan siklus akuntansi. Siklus akuntansi menjadi sebuah rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merekam berbagai kejadian yang terjadi dalam perusahaan.

Siklus akuntansi biasanya akan dilakukan dalam jangka waktu setahun sekali, lebih tepatnya pada tiap akhir tahun. Dikarenakan proses dalam siklus ini terus berulang-ulang, maka disebutlah kegiatan ini sebagai siklus akuntansi.

Dalam siklus ini, ada beberapa tahapan yang harus dilalui dan siklus ini pun dibagi ke dalam beberapa jenis. Penjelasan selengkapnya untuk tahapan-tahapan dan jenis-jenisnya tersebut bisa disimak sebagai berikut.

Pengertian Siklus Akuntansi

Sebelum membahas pengertian siklus akuntansi dari sudut pandang para ahli, akan lebih baik jika mengetahui apa itu siklus akuntansi secara garis besar. Siklus akuntansi dapat diartikan sebagai rangkaian proses penyusunan laporan keuangan perusahaan yang mana laporan tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan.

Untuk mendapatkan hasil laporan yang akurat dan benar-benar bisa diterima, maka dibutuhkan beberapa proses atau tahapan.

Pengertian Siklus Akutansi
Pengertian Siklus Akuntansi

Tahapan itu berlangsung secara berulang setiap tahunnya sehingga dijuluki sebagai sebuah siklus. Nah, berikutnya supaya pemahaman akan siklus akuntansi menjadi lebih jelas, di bawah ini akan ada beberapa pengertian yang diutarakan oleh para ahli.

Menurut Abdul Halim

Abdul Halim memberikan penjelasan yang singkat dan jelas mengenai siklus akuntansi. Dalam pendapatnya, siklus akuntansi adalah sebagai tahapan-tahapan yang ada dalam pembuatan laporan akuntansi.

Menurut Indra Bastian

Dalam penjelasannya, Indra Bastian menyatakan jika siklus akuntansi adalah sistematika pencatatan segala bentuk transaksi keuangan perusahaan, peringkasan, serta pelaporan.

Menurut Winwin Yadiati dan Ilham Wahyudi

Berikutnya, Wiwin Yadiati bersamaan dengan Ilham Wahyudi memberikan penjelasan mengenai pengertian siklus akuntansi adalah sebagai tahapan-tahapan dalam akuntansi mulai dari mencatat transaksi bisnis sampai menghasilkan laporan keuangan untuk perusahaan maupun organisasi dalam kurun waktu tertentu.

Menurut Soemarso SR

Soemarso SR juga memberikan pengertian mengenai siklus akuntansi yang tidak jauh berbeda dengan pengertian yang dijabarkan oleh Wiwin Yadiati dan Ilham Wahyudi.

Menurut pendapatnya, siklus akuntansi adalah tahapan kegiatan di dalam proses pencatatan serta pelaporan akuntansi dimulai dari adanya transaksi hingga dibuatnya laporan keuangan.

Menurut Achmad Tjahyono

Ahmad Tjahyono mendeskripsikan siklus akuntansi sebagai langkah-langkah yang dilakukan dalam akuntansi formal dimulai dari proses analisis transaksi bisnis, pencatatan transaksi dalam jurnal, hingga penyusunan daftar saldo setelah tahapan penutupan.

Dari beberapa pengertian di atas, meskipun pengertian dijabarkan dalam kalimat yang berbeda, namun secara umum yang dimaksud oleh setiap para ahli mempunyai inti dan ide yang sama.

Lalu, jika ditarik kesimpulan, siklus akuntansi secara umum dari sudut pandang ahli adalah berbagai tahapan yang dimulai dari aktivitas transaksi hingga tahapan pembuatan laporan keuangan untuk perusahaan.

Tahapan Siklus Akuntansi

Seperti yang telah disebutkan di dalam beberapa pengertian di atas, siklus akuntansi terdiri dari beberapa tahapan yang prosesnya harus dilakukan secara berurutan.

Tahapan tersebut dilakukan secara berurutan untuk mencapai satu tujuan yaitu menghasilkan laporan keuangan yang memberikan informasi yang tepat dan sesuai.

Sehingga, dari laporan keuangan tersebut bisa dipakai untuk pengambilan keputusan yang tepat pula. Untuk mengetahui secara keseluruhan tahapan siklus akuntansi, simak penjelasannya berikut ini.

Identifikasi Transaksi

Tahapan pertama yang harus dilakukan dalam siklus ini adalah identfikasi transaksi. Dalam proses identifikasi transaksi ini, seorang akuntan bisa melakukan pencatatan pada setiap transaksi yang dilakukan dan mempunyai dampak langsung ke perubahan kondisi keuangan.

Di tahapan ini juga membutuhkan bukti-bukti transaksi sehingga bisa dilakukan identifikasi dan memudahkan ke tahapan berikutnya.

Bentuk bukti transaksi yang bisa diidentifikasi bisa berupa faktur, kuitansi, nota, dan lain-lainnya yang sah. Dengan begitu, setiap bukti transaksi di dalam perusahaan lebih baik untuk disimpan atau setidaknya tidak dihilangkan karena bisa dijadikan  untuk keperluan identifikasi.

Analisis Transaksi

Dari tahapan identifikasi, berikutnya tahapan yang harus dilakukan adalah analisis transaksi. Analisis transaksi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh transaksi yang telah terjadi terhadap kondisi keuangan nantinya.

Dalam proses analisis, umumnya perusahaan akan menggunakan hitungan matematis dengan persamaan: aktiva = kewajiban + ekuitas.

Pencatatan Transaksi

Tahapan selanjutnya dikenal dengan nama pencatatan transaksi. Dalam tahapan ini, akuntan akan mencatat semua jenis transaksi yang telah diidentifikasi dan dianalisis ke dalam jurnal keuangan. Proses ini terkadang juga disebut dengan penjurnalan.

Umumnya, pencatatan transaksi atau penjurnalan dikelompokkan ke dalam dua bagian yaitu kredit dan debit dan biasanya akan ditulis dalam jurnal umum.

Ketelitian dalam proses ini sangat dibutuhkan, karena jika ada satu atau dua hal yang terlewat, maka itu bisa mempengaruhi hasil akhir laporan.

Pemindahan Catatan ke Buku Besar

Jika tahapan sebelumnya dilakukan pencatatan di jurnal keuangan, maka tahapan berikutnya dilakukan pemindahan catatan transaksi ke buku besar.

Buku besar didefinisikan sebagai kumpulan rekening pembukuan yang isinya berupa informasi aktiva dalam kurun satu periode. Setiap perusahaan biasanya akan mempunyai beberapa catatan buku besar yang diberikan nomor kode khusus.

Pemberian kode tersebut ditujukan untuk memudahkan proses identifikasi atau analisis lanjutan dari buku besar tersebut. Disamping itu, juga akan memberikan kemudahan untuk akuntan yang butuh melakukan pengecekan pada buku besar.

Penyusunan Neraca Saldo Beserta Jurnal Penyesuaian

Neraca saldo adalah daftar saldo dari setiap rekening yang ada pada buku besar untuk kurun waktu tertentu. Untuk menulis neraca saldo ini, dimulai dengan menyatukan saldo yang ada di buku besar dan jumlah dari saldo harus sama.

Jika dalam proses ini ternyata ditemukan kalau ada transaksi yang belum tercatat atau terdapat kesalahan dalam pencatatan, akuntan harus segera membenarkan kesalahan tersebut dengan melakukan pencatatan di jurnal penyesuaian.

Pencatatan jurnal penyesuaian dilakukan dalam kurun periode tertentu dengan proses yang sama seperti penjurnalan yang lain. Proses ini akan membuat laporan keuangan menjadi lebih tepat.

Penyusunan Neraca Saldo Penyesuaian dan Laporan Keuangan

Penyusunan neraca saldo penyesuaian didasarkan pada neraca saldo yang telah disusun sebelumnya dengan menyesuaikan pada jurnal penyesuaian pula. Dalam penyusunan neraca saldo penyesuaian, jumlah aktiva dan pasiva harus sama besarnya.

Jika jumlahnya tidak sama, itu menandakan ada kesalahan dalam perhitungan dan tentunya laporan keuangan tidak bisa dibuat.

Penyusunan Jurnal Penutup

Tahapan berikutnya disebut dengan penyusunan jurnal penutup yang dilakukan di akhir periode. Caranya dengan menutup rekening nominal atau laba rugi. Tujuan dari penutupan rekening ini adalah untuk melihat aliran dana pada sumber selama periode berjalan.

Lalu, secara fungsi jurnal penutup ini dapat dipakai untuk mengukur berbagai kegiatan atau aktivitas yang dilakukan selama periode tertentu. Selain itu, jurnal penutup juga dapat dimanfaatkan untuk periode berikutnya.

Penyusunan Neraca Saldo dan Jurnal Pembalik

Sebenarnya, tahapan di atas merupakan tahapan terakhir dalam siklus akuntansi. Akan tetapi, ada tahapan tambahan atau opsional yang bisa dilakukan atau tidak yaitu penyusunan neraca saldo dan jurnal pembalik.

Dalam tahapan ini, neraca saldo berisi saldo rekening permanen yang berasal dari buku besar setelah selesai dalam tahapan jurnal penutup. Lalu, jurnal pembalik ditujukan untuk menyederhanakan proses pencatatan transaksi-transaksi yang sifatnya berulang.

Jika setiap tahapan dilakukan dengan tepat, bisa dipastikan laporan keuangan yang dihasilkan akan sangat akurat dan bisa dipakai sebagai bentuk pertimbangan oleh pemangku kebijakan perusahaan dalam mengambil suatu keputusan.

Jenis Siklus Akuntansi

Setelah mengetahui beberapa tahapan siklus akuntansi yang harus dilakukan secara berurutan, siklus akuntansi juga mempunyai jenis-jenis khusus diantaranya akan dijelaskan sebagai berikut.

Siklus Pendapatan

Siklus akuntansi pendapatan terdiri dari transaksi penjualan dan penerimaan tunai. Dalam transaksi penjualan, pesanan barang akan menghasilkan faktur, sehingga pesanan nantinya akan dikirim atau diserahkan ke konsumen. Sementara itu, dalam transaksi penerimaan tunai, uang akan diterima dari konsumen.

Apabila proses penjualan dilakukan dengan cara kredit, maka nilai penjualan akan dimasukkan dalam piutang hingga pembayaran akan diterima di kemudian hari.

Siklus Pengeluaran

Jenis berikutnya adalah siklus pengeluaran yang didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan perolehan serta pembayaran barang maupun jasa. Kegiatan-kegiatan yang ada dalam siklus pengeluaran diantaranya penentuan barang atau jasa apa yang harus dibeli, aktivitas pembelian, penerimaan barang, serta pembayaran kepada para pemasok.

Mayoritas input ke siklus pengeluaran bermula dari siklus penjualan. Kemudian, siklus pengeluaran juga mempunyai komponen-komponen yang berbeda diantaranya adalah permintaan barang, pemilihan pemasok, pemesanan barang, penerimaan, dan pembayaran.

Siklus Pelaporan Buku Besar dan Keuangan

Siklus pelaporan buku besar dan keuangan ditujukan untuk memproses transaksi secara individual. Namun, selain untuk tujuan tersebut, siklus satu ini juga difungsikan untuk menerima arus keuangan dari berbagai transaksi.

Untuk bisa menghasilkan keluaran yang tepat, di setiap akhir periode perlu untuk dilakukan penyesuaian terhadap beberapa transaksi.

Siklus Manajemen Sumber Daya

Siklus manajemen sumber daya merupakan rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya bentuk fisik yang dilakukan oleh perusahaan.

Umumnya, kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya adalah pemerolehan, investasi, pengeluaran dana, penjualan fasilitas atau aktiva tetap, penjualan barang dagangan, pembayaran tenaga kerja, dan lainnya.

Siklus Penggajian

Dalam siklus penggajian, dilakukan yang namanya pembayaran upah ke seluruh pegawai tanpa memandang status maupun metode pemberian upah.

Beberapa rekening yang terbentuk di siklus penggajian ini diantaranya adalah kompensasi pokok (upah, gaji, insentif, tunjangan karyawan), pajak terhadap gaji karyawan, biaya tenaga kerja langsung, utang atas gaji karyawan, dan gaji yang dibayar di awal.

Siklus Produksi

Siklus produksi merupakan rangkaian kegiatan dan pemrosesan data yang terjadi secara berulang berhubungan dengan pembuatan suatu produk.

Dalam siklus produksi, input data harus dilakukan secara tepat supaya menghasilkan laporan yang akurat pada beberapa hal seperti bauran produk, penetapan harga produk, alokasi dan perencanaan sumber daya yang ada, dan manajemen biaya.

Itu tadi berbagai penjelasan mengenai siklus akuntansi, suatu proses atau rangkaian kegiatan yang cukup penting dalam perusahaan.

Kegiatan yang berlangsung secara berulang-ulang atau secara periodik ini harus dilakukan secara teliti dan tepat. Kemudian, dalam setiap tahapan yang ada juga harus dilakukan secara berurutan. Jika tidak, maka hasilnya tentu tidak akan akurat.

Mengingat pentingnya siklus akuntansi ini, maka dibutuhkan akuntan yang profesional dan mempunyai ketelitian tinggi dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mencatat berbagai transaksi yang dilakukan oleh perusahaan.

Itulah pembahasan kita dalam kesempatan kali ini mengenai Pengertian Siklus Akuntansi Adalah : Tahapan dan Jenisnya. Semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment