6 Faktor dan Penyebab Harga Saham Naik dan Turun

Faktor dan Penyebab Harga Saham Naik dan Turun – Pasar saham merupakan salah satu bisnis yang banyak diminati oleh kaum penggusaha.

Meski banyak orang yang terlalu takut untuk mencoba bermain dalam bursa saham, namun tidak bisa kita pungkiri, bahwa potensial keuntungan yang kita dapatkan juga setara dengan resiko yang akan kita ambil.

Karenanya, jika sobat sekalian perhatikan, banyak sekali pebisnis-pebisnis sukses kelas dunia yang berkecimpung di dalam bursa saham.

Namun, memang resiko yang akan kita ambil jika saham kita anjlok atau turun memang juga sama besarnya.

Mungkin, banyak diantara sobaat sekalian yang masih belum mengerti apa itu saham?

Penjelasan singkat dan sederhana dari sebuah saham adalah tanda penyertaan modal yang didapatkan oleh satu individual atau korporasi yang ditanamkan pada sebuah perseroan terbatas atau perusahaan.

Ketika kita memiliki saham dalam perusahaan yang terkait, maka kita memiliki haka tau klaim atas pendapatan dan asset perusahaan.

Tidak hanya itu, kita juga berhak untuk hadir dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham.

Perlu kalian ketahui, bahwa tidak ada satu-pun perusahaan besar di dunia ini yang tidak masuk ke dalam pasar permodalan. Saham juga dihitung berdasarkan popularitas dan kualitas sang perusahaan.

Semakin besar dan terkenal sang perusahaan, maka harga persatuan saham-pun bisa berharga fantastis.

Saham sendiri bersifat fluktuatif; memungkinkannnya untuk naik dan turun, hal yang juga akan para pembaca dapati pada komoditi pasar pada umumnya.

Untuk beberapa orang, hal ini cukup membuat mereka berdebar karena ketakutan, namun bagi beberapa orang pula, ketidaksetabilan ini merupakan sebuah seni.

Orang-orang ini justru tidak tertarik dengan pasar statis.

Apakah turun naiknya harga saham merupakan bentuk dari ketidaknormalan?

Justru di dalam ilmu perekonomian, siklus ini merupakan hal yang lumrah atau normal, karena pada dasarnya harga saham bergerak menyesuaikan kekuatan antara pemintaan dan penawaran.

Pada artikel kali ini, kita akan mempelajari bersama penyebab harga saham naik dan turun. Pastikan sobat terus bersama dengan kami!

Faktor dan Penyebab Harga Saham Naik dan Turun

Terdapat dua faktor mendasar yang menyebabkan kenaikan maupun penurunan dari harga saham, yaitu: faktor internal dan eksternal. Mari kita pelajari kedua faktor ini bersama untuk memahaminya lebih dalam.

A. Faktor Internal

Faktor internal terbagi atas beberapa aspek yang perlu diperhatikan oleh masyarakat:

1. Dari dalam Perusahaan

Faktor internal pertama adalah faktor internal fundamental dari sang perusahaan sendiri.

Jika suatu perusahaan pada dasarnya memiliki fundamental yang baik secara keseluruhan, hal ini akan berdampak dan berpengaruh pada kenaikan harga saham.

Namun, juga sebaliknya; jika fundamental keseluruhan buruk, maka siap-siap saja harga saham juga akan menurun.

2. Aksi Perusahaan Terkait

Apa yang dimaksudkan dengan aksi perusahaan terkait?

Aksi di sini dapat didefinisikan sebagai kebijakan menejemen yang ditentapkan oleh jajaran dari sang perusahaan.

Kebijakan inilah yang nantinya akan mempengaruhi kualitas perusahaan. Beberapa contoh aksi korporasi dapat dilihat dari keputusan-keputusan seperti halnya: right issues, akuisisi, diventasi, dan juga merger.

3. Performa Perusahaan untuk Jangka Panjang

Tentunya, sebelum para inventor memutuskan untuk menginventasikan uang mereka ke dalam sebuah perusahaan, para inventor ini akan melihat performa dari perusahaan terkait – tidak hanya dalam kurun waktu singkat, namun juga dalam kurun waktu yang panjang.

Mereka akan melihat kinerja perusahaan di tahun-tahun sebelumnya serta tahun-tahun yang akan mendatang.

Beriukut merupakan beberapa faktor yang dinilai oleh seorang investor: tingkat rasio utang, Price to Book Value (PBV) atau rasio nilai buku, tingkat laba perusahaan, Earnings Per Share (EPS) dan tingkat dividen tunai.

Satu tambahan, perusahaan-perusahaan yang menawarkan DPR atau Dividend Payout Ratio terbukti jauh lebih disukai oleh para investor dikarenakan cenderung lebih memberikan imbal balik yang terbilang bagus.

Selanjutnya, EPS yang baik akan memikat para investor untuk membeli saham dan mendorong kenaikan dari harga saham perusahaan.

Sedangkan dengan kaitan dengan PBV, jika suatu perusahaan memiliki ratio utang yang cukup tinggi, hal ini merupakan pertanda bahwa sang perusahaan sedang bertumbuh.

B. Faktor Eksternal

 Faktor internal terbagi atas beberapa aspek yang perlu diperhatikan oleh masyarakat:

1. Kondisi dari Ekonomi Makro

Faktor eksternal pertama yang memperngaruhi harga saham adalah kondisi fundamental dari perekonomian makro.

Faktor ini dapat langsung mempengaruhi saham, seperti halnya: kenaikan suku bunga menyesuaikan kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Central America, siklus nilai tukar rupiah terhadap dollar USA akibat nilai ekspor impor dan bunga acuan dari Bank Indonesia, dan lain-lain.

Selanjutnya, harga saham juga memiliki tali ikatan dengan tingkat suku bunga perbankan; apabila suku bunga perbankan naik, maka harga saham pada bursa saham akan turun secara signifikan.

2.  Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintahan juga dapat menimbulkan efek yang signifikan di bursa saham, meskipun kebijikan tersebut belum tentu disahkan atau dalam tahap wacana.

Berikut ini beberapa contoh dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang berdampak pada pasar bursa saham: kebijakan perseroan, kebijkan Penanaman Modal Asing (PMA), kebijakan Ekspor dan impor, serta kebijakan utang.

3. Kurs Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

Fluktuasi kurs rupiah terhadap mata uang negara lain menjadi faktor yang paling sering mempengaruhi kenaikan dan penurunan harga saham.

Jika nilai tukar rupiah semakin tinggi, maka para pengusaha yang mengandalkan usaha impor dan juga yang memiliki beban utang mata uang asing akan bernilai semakin tinggi.

Jika hal ini terjadi maka sangat wajar jika harga saham pada bursa saham melemah atau menurun mengikuti melemahnya kurs rupiah terhadap mata uang asing.

Leave a Comment