Apa itu Rasio Likuiditas? Pengertian, Jenis dan Manfaat

Setiap perusahaan harus memahami rasio likuiditas. Apa itu rasio likuiditas? Apa saja jenis dan manfaat rasio likuiditas? Untuk mengetahui jawaban lengkapnya mari simak penjelasan berikut ini.

Apa itu Rasio Likuiditas?

Pengertian Rasio likuiditas adalah salah satu jenis rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek perusahaan tersebut.

Rasio likuiditas penting karena apabila perusahaan gagal membayar kewajiban jangka pendeknya maka bisa menyebabkan kebangkrutan perusahaan.

Pengertian Rasio Likuiditas Menurut Para Ahli

Pengertian lain dari rasio likuiditas dijelaskan oleh beberapa ahli yaitu sebagai berikut :

Rasio Likuiditas Menurut Kasmir

Kasmir mendefinisikan rasio likuiditas sebagai kemampuan perusahaan dalam memenuhi hutang atau kewajibannya dalam jangka pendek.

Rasio Likuiditas Menurut Alwi

Menurut Alwi, rasio likuiditas adalah rasio yang mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban perusahaan secara finansial jangka pendek yaitu hutang jangka pendek.

Rasio Likuiditas Menurut Syafrida Hani

Menurut Syafrida Hani, rasio liuiditas  adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan perusahaan yang telah jatuh tempo.

Rasio Likuiditas Menurut Rambe

Menurut pendapat Rambe, rasio likuiditas adalah rasio yang digunakan perusahaan untuk mengukur kemampuannya dalam memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya.

Rasio Likuiditas Menurut Bambang Riyatno

Menurut Bambang Riyatno, rasio likuiditas adalah hal yang berhubungan dengan masalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial perusahaan tersebut yang harus segera dipenuhi.

Rasio Likuiditas Menurut Harahap

Menurut Harahap, rasio likuiditas adalah salah satu jenis rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban jangka pendek perusahaan tersebut.

Jenis Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas terdiri dari 3 macam yaitu rasio lancar, rasio cepat dan penentuan modal kerja.

Rasio Lancar (Current Ratio)

Sedangkan Rasio lancar atau current ratio merupakan perhitungan rasio likuiditas yang cara perhitungannya sangat sederhana dibandingkan dengan perhitungan lainnya.

Mengapa perlu untuk menghitung rasio lancar atau current ratio dari perusahaan?

Kegunaan menghitung rasio lancar atau current ratio perusahaan adalah agar mengetahui tingkat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya dengan aktiva lancar, yang mana dapat ditukar dengan kas perusahaan dalam periode 1 tahun.

Untuk mengetahui nilai aktiva lancar suatu perusahaan maka rumusnya adalah sebagai berikut:

Rasio Lancar = Aktiva Lancar + Hutang Lancar

Apabila suatu perusahaan memiliki kemampuan yang baik dalam melunasi hutang lancarnya maka seharusnya memiliki nilai rasio lancarnya diatas 1,0 kali namun apabila nilainya di bawah 1,0 kali maka masih dipertanyakan kemampuan perusahaan untuk membayar hutangnya.

Rasio Cepat (Quick Ratio)

Rasio cepat atau quick ratio adalah ratio yang dipakai untuk mengetahui bagaimana kemampuan suatu perusahaan dalam membayar kewajiban atau hutang jangka pendek dengan memakai aktiva lancar, namun tanpa persediaan karena persediaan butuh waktu yang cukup lama untuk diubah menjadi uang dibandingkan dengan aset perusahaan yang lain-lain.

Quick asset perusahaan terdiri dari piutang serta surat-surat berharga. Apabila nilai rasio semakin besar maka semakin baik juga kondisi suatu perusahaan.

Lalu, apabila rasio sebesar 1:1 atau 100 persen maka dapat dikatakan likuiditas perusahaan tersebut baik.

Jika perusahaan mengalami masalah likuiditas maka perusahaan dengan mudah dapat mengubah aktiva menjadi uang untuk membayar kewajiban atau hutang perusahaan.

Lalu bagaimana cara menghitung quick ratio perusahaan? Berikut ini adalah rumusnya :

Quick ratio = (aset lancar-persediaan) /kewajiban lancar

Aset lancar dalam hal ini merupakan kas, uang muka, piutang dan aktiva lancar lainnya, surat berharga, persediaan dan lain sebagainya.

Kewajiban lancar perusahaan terdiri dari kewajiban akrual, hutang, hutang bunga, hutang pajak dan lain sebagainya.

Penentuan Modal Kerja (Working Capital)

Penentuan modal kerja atau working capital merupakan selisih antara aset perusahaan saat ini dengan liabilitas perusahaan saat ini.

Dalam hal ini aset perusahaan terdiri dari uang tunai, uang yang tersimpan pada rekening bank, aset-aset lain yang dapat diuangkan dengan cepat dan potensi pendapatan misalnya tagihan-tagihan yang belum dibayar konsumen).

Liabilitas saat ini adalah jumlah hutang yang dimiliki dan harus dibayar pada waktu tahun tersebut.

Working capital bagi sebuah perusahaan adalah sangat penting. Working capital dapat menjadi indikasi yang tepat untuk mengetahui kondisi finansial sebuah perusahaan.

Semakin besar perbedaan aset yang dimiliki perusahaan dengan hutang jangka pendek perusahaan yang harus dibayarkan maka semakin sehat kondisi finansial perusahaan tersebut.

Perusahaan dapat dikatakan diambang kebangkrutan apabila junlah hutang perusahaan tersebut melebih aset yang dimiliki dan menghasilkan nilai negatif untuk working capital.

Untuk mengetahui working capital perusahaan maka rumus perhitungannya adalah sebagai berikut ini:

Working capital = aset perusahaan saat ini – liabilitas perusahaan saat ini

Sebagai contoh, aset suatu perusahaan nilainya adalah Rp. 100 juta dan jumlah hutang perusahaan adalah Rp. 20 juta.

Maka, working capital dari perusahaan tersebut adalah Rp. 100 juta dikurang Rp. 20 juta yakni Rp. 80 juta.

Jika margin antara working capital dengan liabilitas lebih kecil maka perusahaan tersebut tidak dapat membayar hutangnya dalam waktu dekat.

Tujuan dan Manfaat Rasio Likuiditas

Analisis laporan keuangan perusahaan dengan menggunakan perhitungan rasio likuiditas dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak yang memiliki kepentingan dalam laporan keuangan perusahaan.

Tujuan dan manfaat dari rasio likuiditas tersebut adalah sebagai berikut ini:

  1. Menggunakan perhitungan rasio likuiditas dapat mengukur kekuatan perusahaan terkait dengan kemampuan membayar kewajiban atau utang yang segera jatuh tempo;
  2. Dengan menggunakan perhitungan rasio likuiditas perusahaan dapat mengetahui kapasitas dari perusahaan itu sendiri dalam membayar kewajiban atau hutang jangka pendek dengan menggunakan total asset lancar;
  3. Perhitungan rasio likuiditas dapat mengetahui bagaimana kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aset sangat lancar;
  4. Menggunakan perhitungan rasio likuiditas dapat memperkirakan skala uang kas perusahaan dalam membayar utang jangka pendek;
  5. Dengan menggunakan perhitungan rasio likuiditas maka dapat merencanakan finansial perusahaan di masa yang akan datang terutama berhubungan dengan perencanaan kas serta kewajiban jangka pendek;
  6. Apabila perusahaan menggunakan perhitungan rasio likuiditas maka perusahaan dapat mengetahui keadaan dan posisi likuiditas perusahaan masing-masing periode dengan membandingkannya

Pada intinya, manfaat perhitungan rasio likuiditas bagi perusahaan adalah untuk menilai kinerja perusahaan dalam mengelola perusahaan, terutama dalam hal likuiditas perusahaan.

Selain bermanfaat untuk perusahaan, perhitungan rasio likuiditas juga bermanfaat bagi pihak-pihak di luar perusahaan yakni kreditor, supplier, investor dan lain sebagainya yaitu untuk menilai perusahaan dalam membayar utangnya pada pihak ketiga.

Dengan mengetahui kemampuan membayar utang dari perusahaan tersebut maka akan memberikan jaminan kepada pihak-pihak tersebut sebagai contoh untuk pihak kreditor maka akan bermanfaat untuk menilai perusahaan tersebut akan diberikan pinjaman hutang lagi atau sebaliknya.

Apabila perusahaan memiliki kemampuan membayar hutang tentu akan mempermudah dalam menentukan keputusan akan menjual barang secara kredit atau tidak.

Kemampuan perusahaan untuk membayar utang merupakan suatu jaminan bahwa pinjaman yang diberikan perusahaan akan dibayar tepat waktu.

Tapi perhitungan rasio likuiditas bukan satu-satunya pertimbangan dalam menyetujui pinjaman atau penjualan barang secara kredit karena ada pertimbangan lainnya juga.

Leave a Comment