5 Tahapan Influencers Marketing Oleh Perusahaan

Tahapan Influencers Marketing Oleh Perusahaan – Di era modern pada saat ini, manusia erat dengan berbagai perubahan yang menyentuh segala sesuatu dalam kehidupan pribadi.

Hal ini juga berkaitan dengan bagaiamana setiap orang berkomunikasi satu dengan yang lainnya.

Akibat dari perubahan yang terjadi tersebut maka munculah berbagai teknologi yang menunjang percepatan dari perubahan yang ada pada masyarakat.

Perubahan merupakan keniscayaan bagi seorang pengusaha yang memiliki sebuah brand dan salah satu kegiatan yang menjadi ujung tombak dari sebuah bisnis adalah marketing.

Karena tanpa adanya sebuah pemasaran atau yang dikenal sebagai marketing tersebut, maka sebuah bisnis tidak dapat berjalan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditentukan oleh seorang pengusaha.

Salah satu konsep pemasaran yang sudah dikenal sejak jaman dahulu kala adalah word of mouth atau yang biasa disingkat sebagai WOM, yang mana diartikan sebagai sebuah bentuk pemasaran dengan menyampaikan informasi seputar produk atau jasa melalui interaksi personal.

Menurut Global Trust Advertising Nielsen menunjukan bahwa terdapat 83% konsumen yang mempercayai rekomendasi dari orang yang mereka kenal.

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, bahwa perubahan menjadi keniscayaan dan pada saat ini perubahan tersebut ditunjang oleh digitalisasi yang juga memengaruhi proses terjadinya WOM.

Pada saat ini WOM tidak hanya berlaku bagi individu yang saling mengenal saja, namun orang yang belum saling mengenal juga bisa menjadi orang yang dapat memengaruhi individu lain dalam mengambil keputusan pembelian terhadap sebuah produk atau jasa.

Perubahan WOM akibat digitalisasi ini disebut sebagai Influencers Marketing yang dianggap juga sebagai bagian dari native marketing, yaitu sebuah bentuk konten berbayar yang ditampilkan dalam bentuk fungsi dan kualitas yang tak kalah menarik.

Influencers Marketing didefinisikan sebagai sebuah proses pengenalan, pencarian, hingga sebuah bentuk dukungan untuk para individu yang dapat membuat sebuah brand, produk atau jasa sehingga dapat diperbincangkan oleh para customer.

Terdapat juga sebuah pendapat yang menyatakan bahwa Influencers Marketing merupakan sebuah bentuk social media marketing yang menggunakan endorsement dan penyebutan brand oleh para influencers.

Influencers sendiri merupakan individu yang memiliki para pengikut social yang berdedikasi dan dipandang sebagai seorang ahli dalam ceruk topik yang mereka bahas.

Influencers Marketing dapat terjadi akibat adanya kepercayaan tingkat tinggi dari para pengikut influencers terhadap influencers yang mereka ikuti. Kepercayaan tersebut tidak terjadi begitu saja seperti membalikan tangan.

Terdapat usaha yang perlu dilakukan oleh para influencers dalam membangun kepercayaan dari para pengikutnya sehingga dengan adanya kepercayaan tersebut maka rekomendasi yang dilakukan oleh para influencer dapat menjadi sebuah bentuk dari pembuktian social pada konsumen potensial dari sebuah produk atau jasa.

Baca Juga : Cara Menyakinkan Konsumen

Influencers dibagi menjadi 3 kategori, yaitu mega-influencers, macro-influencers, dan micro-influencers dimana hal yang membedakan dari tiga kategori tersebut adalah jumlah pengikutnya dan engagement rate-nya.

Berdasarkan berbagai informasi, dapat dinyatakan bahwa semakin banyak jumlah pengikut dari seorang influencers, maka semakin rendah engagement rate-nya sehingga perlu diperjelas lagi terkait dengan tujuan dari sebuah Influencers marketing yang akan dilakukan.

Sama seperti dengan strategi marketing lainnya, Influencers Marketing juga perlu yang namanya perencanaan dan tujuan dan setiap melakukan perencanaan maka yang perlu dipikirkan pertama kali adalah ROI (Return of Investement) yang diharapkan dari sebuah kampanye influencers marketing yang akan dilakukan.

Tahapan Influencers Marketing Oleh Perusahaan

Terdapat beberapa tahap yang perlu dilakukan oleh sebuah perusahaan atau organisasi yang ingin melakukan Influencers  Marketing, berikut adalah tahapannya:

  1. Melakukan penelitian mendalam terkait dengan platform media dan jenis influencers (mega, macro atau micro influencers) yang akan digunakan.
  2. Membuat anggaran biaya dari program influencers marketing yang akan dilakukan. Hal tersebut wajib dilakukan karena influencers marketing berhubungan dengan para influencers yang juga manusia, sehingga perlu dipikirkan berbagai resiko dan eror yang mungkin terjadi karena memang tidak menutup kemungkinan untuk para influencers tersebut memiliki lebih dari satu kerja sama dengan berbagai brand sehingga membuat mereka tida focus terhadap tugas – tugasnya.
  3. Mempertimbangkan lebih dalam terkait dengan kreatifitas dan juga keunikan yang dimiliki oleh para influencers, karena hal tersebut akan berkaitan erat dengan pesan yang ingin disampikan oleh sebuah brand sehingga dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai dan telah ditentukan sebelumnya.
  4. Menghubungi influencers secara formal untuk membicarakan terkait kerjasama yang akan dilakukan dan hal ini perlu dilakukan dengan cara serta ketentuan yang telah dibuat oleh para influencers tersebut.
  5. Melakukan monitoring dan evaluasi ketika kampanye influencers marketing sedang berjalan sehingga setiap brand yang melakukan influencers marketing dapat menentukan kampanye mana yang berhasil dan kampanye mana yang tidak berhasil.

Keberhasilan sebuah kampanye dapat berbeda setiap brand, sehingga jangan pernah Lelah untuk melakukan perbaikan yang pada akhirnya akan berujung pada sebuah kampanya influencers marketing yang sesuai dengan keinginan pada pengguna jasa dari influencers tersebut.

Leave a Comment