Inflasi Adalah : Pengertian dan Cara Menghitung

Inflasi sangat mempengaruhi keadaan perekonomian seluruh negara. Inflasi tidak hanya berdampak pada pemerintah tetapi juga terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Lalu apa itu inflasi?

PENGERTIAN INFLASI

Apa itu inflasi? Pengertian Inflasi dalam KBBI adalah nilai uang kertas mengalami kemerosotan yang disebabkan oleh banyak dan cepatnya uang kertas yang beredar sehingga mengakibatkan terjadi kenaikan harga barang atau jasa.

Secara umum inflasi dapat diartikan sebagai suatu proses meningkatnya harga secara umum dan juga secara terus menerus sehubungan dengan mekanisme pasar yang disebabkan oleh beberapa faktor sebagai contoh adalah ketidaklancaran proses pendistribusian barang, terjadi peningkatan konsumsi oleh masyarakat dan lain sebagainya.

PENGERTIAN INFLASI MENURUT AHLI

Inflasi Menurut Boediono

Menurut Boediono, inflasi merupakan kecenderungan dari harga-harga yang mengalami peningkatan.

Inflasi Menurut FW Paish

Pendapat lain dijelaskan oleh FW Paish yang menjabarkan bahwa inflasi adalah suatu keadaan yang mana pendapatan nasional mengalami peningkatan lebih cepat dibanding peningkatan barang dan jasa yang dihasilkan pada suatu perekonomian.

Inflasi Menurut Dwi Eko Waluyo

Dwi Eko Waluyo mengartikan inflasi adalah sebagai salah satu bentuk penyakit ekonomi yang pasti di alami atau sering terjadi di semua negara.

Inflasi Menurut Mc. Eachern

Inflasi merupakan keadaan dimana terjadi kenaikan harga terus menerus.

Inflasi Menurut Nanga

Menurut Nanga, inflasi merupakan gejala ketika tingkat harga pada umumnya mengalami kenaikan yang terus menerus, akan tetapi jika kenaikan harga tersebut terjadi hanya sekali masa saja maka tidak dapat dikatakan terjadinya inflasi.

Inflasi Menurut Weston dan Sopeland

Weston dan Sopeland diartikan sebagai kondisi pada bidang ekonomi dimana terjadi kenaikan harga pada tingkat harga paling tinggi dan kenaikan harga tersebut tidak dapat dicegah atau dikendalikan kembali.

PENYEBAB TERJADINYA INFLASI

Inflasi terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor yaitu bertambahnya jumlah uang yang beredar, jumlah permintaan barang meningkat, kenaikan jumlah permintaan dan penawaran, biaya produksi mengalami kenaikan, proses pendistribusian barang terhambat dan struktur ekonomi yang kaku.

Bertambahnya Jumlah Uang yang Beredar

Penyebab terjadinya inflasi lainnya adalah karena uang yang beredar di masyarakat jauh lebih banyak jika dibanding dengan yang dibutuhkan masyarakat.

Apabila jumlah barang tetap sedangkan jumlah yang yang beredar meningkat hingga dua kali lipat, yang dapat terjadi adalah kenaikan harga barang atau jasa hingga 100 persen.

Jumlah uang yang beredar di masyarakat bertambah karena pemerintah menerapkan sistem anggaran defisit, yang mana kekurangan anggaran tersebut diatasi oleh pemerintah dengan melakukan pencetakan uang baru. Akibatnya, jumlah uang yang beredar di masyarakat semakin bertambah sehingga terjadi inflasi.

Jumlah Permintaan Barang Meningkat

Inflasi dapat terjadi karena tingginya jumlah permintaan terhadap barang atau jasa tertentu oleh konsumen.

Peningkatan jumlah permintaan barang atau jasa yang dimaksud dalam hal ini adalah apabila terjadi secara menyeluruh atau disebut juga sebagai agregat demand.

Kenaikan Jumlah Permintaan dan Penawaran

Ketidakseimbangan jumlah permintaan dan jumlah penawaran dapat menyebabkan inflasi.

Apabila jumlah permintaan barang atau jasa meningkat maka akibatnya penyediaan barang dan faktor produksi menurun.

Sedangkan pengganti terhadap barang atau jasa tersebut terbatas bahkan tidak ada.

Inilah yang disebut dengan ketidakseimbangan antara jumlah permintaan dan jumlah penawaran barang atau jasa.

Ketidakseimbangan ini mengakibatkan harga barang dan jasa menjadi naik hingga terjadi inflasi.

Biaya Produksi Mengalami Kenaikan

Biaya produksi yang mengalami kenaikan dapat menyebabkan terjadinya inflasi.

Dalam hal ini, kenaikan biaya produksi pada jangka waktu tertentu yang terjadi terus menerus.

Salah satu contoh kenaikan biaya produksi karena kenaikan harga bahan baku adalah kenaikan harga bahan bakar.

Proses Pendistribusian Barang Terhambat

Inflasi dapat disebabkan karena tidak lancarnya proses pendistribusian barang.

Sebagai contoh, anda tinggal di daerah pelosok yang mana infrastruktur jalan menuju daerah anda sedang rusak.

Hal ini akan menghambat pendistribusian barang ke daerah anda sedangkan permintaan akan barang tersebut semakin meningkat. Hal ini menyebabkan terjadinya inflasi.

Struktur Ekonomi yang Kaku

Struktur ekonomi yang kaku merupakan ketika produsen tidak dapat mencegah kenaikan jumlah permintaan dengan cepat yang diakibatkan karena pertumbuhan penduduk.

Jumlah permintaan akan sulit untuk dipenuhi sehingga terjadi kenaikan harga. Struktur ekonomi yang kaku menyebabkan inflasi karena permintaan barang atau jasa tertentu sangat kuat.

CARA MENGHITUNG INFLASI

Menghitung inflasi tujuannya adalah sebagai upaya untuk mengetahui bagaimana kondisi perekonomian Indonesia.

Untuk menghitung inflasi dapat dilakukan menggunakan indikator-indikator seperti Produk Domestik Bruto (PDB), Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Perdagangan Besar dan menggunakan angka yang diperoleh dari berbagai sumber dalam jangka waktu tertentu.

Produk Domestik Bruto (PDB)

Produk Domestik Bruto adalah semua barang dan jasa yang diproduksi pada jangka waktu tertentu.

Untuk menghitung PDB dapat menggunakan dua cara yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan.

Cara menghitung pendekatan pengeluaran adalah dengan rumus berikut ini:

PDB = Konsumsi + Investasi + Pengeluaran Pemerintah + (Ekspor-Impor)

Dari rumus di atas dapat diketahui bahwa yang termasuk dalam konsumsi adalah pengeluaran rumah tangga, pengeluaran pemerintah, kegiatan ekspor dan impor serta investasi usaha.

Cara menghitung pendekatan pendapatan adalah dengan rumus berikut ini:

PDB: sewa + laba + bunga + upah

Indeks Harga Konsumen (IHK)

Indeks harga konsumen adalah indeks yang digunakan dalam menghitung rata-rata harga barang atau jasa yang dikonsumsi masyarakat.

Biasanya tingkat inflasi di suatu Negara diukur dengan Indeks Harga Konsumen (IHK).

Supaya memperkirakan nilai Indeks Harga Konsumen di masa depan maka menggunakan Indeks Harga Produsen yaitu harga rata-rata bahan yang digunakan dalam membuat suatu produk oleh produsen.

Untuk dapat menghitung Indeks Harga Konsumen maka kita harus mengetahui definisi Pn dan nilai Po. Pn merupakan harga barang atau jasa sekarang sedangkan Po adalah harga pada tahun dasar yakni tahun yang akan dijadikan perbandingan dengan tahun yang akan dihitung.

Rumus menghitung Indeks Harga Konsumen adalah sebagai berikut:

IHK = (Pn/Po) x 100

Sebagai contoh, harga sebuah motor merek A di tahun 2015 adalah Rp. 10.000.000. Sementara harga sebuah motor merek A pada tahun dasar adalah Rp. 8.000.000. Jadi, nilai Indeks Harga Konsumennya adalah :

IHK = (Rp. 10.000.000 / Rp. 8.000.000) × 100 = 125

Berikut ini cara menghitung Inflasi menggunakan Indeks Harga Konsumen yaitu dengan rumus :

Inflasi = (IHKn- IHKo) x 100%

Keterangan : IHKn merupakan Indeks Harga Konsumen periode ini sedangkan IHKo adalah Indeks Harga Konsumen Periode lalu

Sebagai contoh melanjuti perhitungan di atas, IHKn tahun 2015 adalah 125 sedangkan IHKo tahun 2014 (tahun dasar)  adalah 100 sehingga nilai inflasinya adalah 25%. Dapat disimpulkan, tahun 2015 telah terjadi kenaikan IHK sebesar 25%.

Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)

Indeks Harga Perdagangan Besar atau disebut juga sebagai Indeks Harga Produsen merupakan angka indeks untuk mengukur tingkat harga barang maupun jasa yang dibeli oleh konsumen.

Leave a Comment