Pengertian Kemasan Adalah Fungsi, Tujuan dan Jenis

Pengertian Kemasan

Kemasan adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari suatu produk dan merupakan sesuatu yang penting karena pada umumnya tampilan kemasan suatu produk merupakan hal yang akan dipertimbangkan oleh pembeli dalam memutuskan untuk membeli suatu produk.

Kemasan merupakan salah satu strategi produk yang digunakan oleh perusahaan untuk menampilkan produk agar lebih menarik dari segi bentuk serta warna sehingga kualitas produk dapat terjaga.

Pengertian Kemasan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian kemasan adalah sebagai hasil mengemas atau bungkus pelindung barang dagangan.

Kemasan adalah ilmu, seni dan teknologi yang bertujuan untuk melindungi suatu produk saat dikirim, disimpan atau ditawarkan kepada konsumen.

Pengertian Kemasan menurut Ahli

Menurut Widiatmoko pengertian kemasan adalah sebagai suatu upaya untuk mengumpul sesuatu yang berantakan ke dalam wadah serta melindunginya dari gangguan cuaca.

Menurut Cenadi, kemasan adalah suau kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus suatu produk. Lalu, Cenadi menambahkan bahwa kemasan melipui tiga hal yaitu sebagai berikut:

  • Kemasan memenuhi syarat keamanan serta manfaat. Kemasan harus dapat melindungi produk dalam perjalanan produk tersebut dari produsen hingga ke konsumen. Produk yang dikemas dengan baik akan terlihat lebih bersih, lebih menarik dan material kemasan harus tahan terhadap kerusakan yang bisa disebabkan oleh cuaca dan kondisi perjalanan;
  • Kemasan dapat melaksanakan program pemasaran. Melalui kemasan, identifikasi suatu produk menjadi lebih efektif dan dapat mencegah pertukaran dari produk sejenis lainnya;
  • Kemasan dapat menjadi salah satu cara atau strategi yang dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan penghasilan atau omset perusahaan, Oleh sebab itu, perusahaan harus membuat kemasan seunik dan semenarik mungkin. Dengan kemasan yang unik dan menarik maka daya tarik pembeli terhadap produk tersebut akan meningkat sehingga pembeli akan memutuskan untuk membeli produk tersebut. Selain dapat mengurangi kemungkinan kerusakan produk selama perjalanan dari produsen ke konsumen, kemasan juga akan memudahkan proses pengiriman produk hingga sampai ke tangan konsumen.

Menurut Kotler, pengertian kemasan adalah wadah atau pembungkus suatu produk sedangkan pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau pembungkus untuk suatu produk.

Kotler membagi tingkatan-tingkatan kemasan menjadi tiga yaitu sebagai berikut ini:

  • Kemasan Primer

Pengertian kemasan primer merupakan wadah  atau pembungkus yang menyenuh produk yang bersangkutan, contohnya adalah botol yang berisikan body lotion;

  • Kemasan Sekunder

Pengertian kemasan sekunder adalah bahan yang melindungi kemasan primer yang kemudian kemasan sekunder tersebut biasanya dibuang jika produk sudah digunakan.

Kemasan sekunder memberikan perlindungan tambahan dan merupakan peluang promosi. Contoh dari kemasan sekunder adalah kotak atau kardus yang berisikan botol body lotion;

  • Kemasan Pengiriman

Pengertian kemasan pengiriman adalah kemasan yang diperlukan unuk keperluan penyimpanan, identifikasi atau transportasi. Sebagai contoh adalah sebuah kotak yang berisikan 5 lusin dus body lotion.

Menurut Wirya, kemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi wadah dari suatu produk yang digunakan untuk meningkatkan citra dari barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan dengan memperhatikan apa yang diinginkan oleh perusahaan yang dituju serta kebutuhan dari konsumen.

Kemasan didefinisikan oleh Klimchuk dan Krasovec sebagai sesuatu ya dengan berkaitan dengan bentuk, material, struktur, citra, warna dan elemen desain informasi produk agar suatu produk dapat dipasarkan kepada konsumen

Fungsi Kemasan

Apa saja fungsi kemasan yang harus diketahui sebelum memutuskan untuk memulai bisnis. Berikut adalah ulasannya :

Fungsi Kemasan secara umum

Secara umum, kemasan berfungsi untuk melindungi produk dari kerusakan serta sebagai identitas untuk membedakan dengan produk lainnya.

Kemasan dapat digunakan perusahaan untuk mengkomunikasikan citra tertentu terhadap produk dari perusahaan tersebut.

Contohnya adalah produk-produk makanan dalam kemasan di Jepang yang dikemas dengan seunik mungkin dan semenarik mungkin.

Tidak heran jika produk-produk makanan dalam kemasan di Jepang dijual dengan harga yang cukup mahal padahal rasa dari produk tersebut biasa saja, tidak semenarik kemasannya.

Namun, dengan bentuk kemasan yang unik, apalagi jika kemasan produk tersebut terkesan mewah, pembeli cenderung tertarik untuk membeli produk tersebut.

Fungsi Kemasan menurut Direktorat Jenderal Pengelolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia

Fungsi kemasan menurut Direktorat Jenderal Pengelolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia adalah sebagai berikut ini:

  • Melindungi dan mengawetkan produk. Kemasan dapat melindungi produk dari paparan sinar ultraviolet, panas dan kelembaban udara, benturan serta kontaminasi kotoran dan mikroba yang dapat merusak atau menurunkan kualitas dari produk tersebut. Sebagai contoh adalah susu cair murni (bukan susu kemasan) jika tidak disimpan dalam kulkas maka akan mudah basi, oleh karena itu kemasan produk susu cair dibuat sedemikian rupa sehingga lebih awet jika disimpan dikulkas dan kualitas dari susu tersebut dapat bertahan sebelum dikonsumsi oleh konsumen;
  • Sebagai identitas suatu produk. Kemasan dapat digunakan oleh perusahaan sebagai alat komunikasi dan informasi kepada konsumen melalui merek yang tertera pada kemasan;
  • Kemasan dapat meningkatkan efisiensi seperti memudahkan proses perhitungan pengiriman dan penyimpanan produk.

Tujuan Kemasan

Tujuan Kemasan secara Umum

Salah satu Tujuan dari suatu produk diberikan kemasan adalah agar produk tersebut tidak mudah rusak dan memudahkan penyimpanan terhadap produk tersebut.

Suatu kemasan dapat dikatakan kemasan yang baik apabila kemasan tersebut mampu melindungi isi dari produk tersebut dengan maksimal dan mampu menyediakan informasi yang lengkap mengenai produk tersebut kepada konsumen yang akan membeli produk itu.

Informasi mengenai produk sangat penting bagi konsumen karena setiap konsumen pasti ingin mengetahui bahan-bahan apa saja yang terkandung dalam produk yang akan dibeli, informasi mengenai tanggal produksi dan expired suatu produk, dan lain sebagainya.

Tujuan Kemasan menurut Ahli

Ada beberapa tujuan kemasan atau pengemasan menurut Louw dan Kimber yaitu sebagai berikut ini:

  • Barrier Protection

Kemasan bertujuan untuk melindungi dari hambatan terhadap air, debu, bakteri dan lain-lain;

  • Containment or Agglomeration

Kemasan bertujuan untuk melindungi benda-benda kecil yang biasanya dikelompokkan secara bersama dalam satu kemasan agar memudahkan dalam pendistribusian produk tersebut;

  • Physical Production

Kemasan bertujuan untuk melindungi produk dari getaran, guncangan, suhu, tekanan dan lain-lain;

  • Information Transmission

Kemasan bertujuan untuk menginformasikan kepada pembeli mengenai daur ulang kemasan tersebut atau cara menggunakan produk tersebut, dan sebagainya;

  • Conveniece

Kemasan bertujuan sebagai fitur yang menambah kenyamanan dalam pendistribusian produk perusahaan, penjualan, tampilan, penggunaan produk kembali dan lain-lain;

  • Reducing Theft

Jenis kemasan tertentu tidak dapat ditutup kembali atau akan rusak secara fisik apabila sudah digunakan atau dikonsumsi, sebagai contoh adalah kemasan air mineral.

Oleh karena itu kemasan dengan jenis demikian bertujuan untuk membantu pembeli mengetahui apakah produk tersebut masih layak dikonsumsi atau dipakai apabila kemasan telah rusak;

  • Marketing

Kemasan suatu produk bertujuan untuk mendorong minat pembeli untuk membeli produk tersebut.

Jenis Kemasan

Ada beberapa jenis kemasan atau pembungkus suatu produk yaitu sebagai berikut ini:

Kemasan Kertas

Kemasan Kertas merupakan pembungkus produk yang paling fleksibel sebelum diemukan plastik dan alumunium foil.

Hingga saat ini, kemasan kertas masih banyak digunakan oleh perusahaan untuk membungkus produknya.

Kemasan kertas mampu bersaing dengan jenis kemasan lainnya karena harganya murah, mudah diperoeh dan penggunaannya yang luas.

Kemasan kertas selain berfungsi sebagai pembungkus produk, juga berfungsi sebagai media komunikator dan media cetak.

Kelemahan kemasan kertas untuk mengemas bahan pangan adaah sifatnya sensitif terhadap air dan mudah dipengaruhi oleh kelembapan udara lingkungan.

Contoh produk yang menggunakan kemasan kertas adalah sabun batang, makanan ringan, makanan cepat saji, dan lain sebagainya.

Kemasan Kayu

Secara umum Kemasan kayu digunakan untuk mengemas berbagai macam produk padat, seperti barang antik dan emas, keramik, minuman berakohol dan lain sebagainya.

Kemasan kayu biasanya digunakan sebagai kemasan tersier untuk melindungi kemasan lain di dalamnya.

Pengiriman produk kerajinan seperti keramik, sering dibungkus dengan kemasan kayu berupa peti kayu agar dapat melindungi keramik dari resiko pecah.

Kemasan Plastik

Kemasan plastik dibedakan menjadi dua tipe yaitu thermoplastik dan thermoset.

Thermoplastik merupakan kemasan yang dapat dilunakkan berulang kali dengan menggunakan panas sedangkan thermoset adalah kemasan yang tidak dapat dilunakkan oleh panas.

Dalam industri pengemasan, jenis thermoplastic yang digunakan adalah polyethylene, polyprophylene, polystyrene, polyvinyl chlorida, acrylic dan aclonitrile-butadiene-styrene.

Sedangkan jenis thermoset yang biasa digunakan adalah phenolformaldehydene, melamike-formaldehydene dan urue-formaldehydene.

Jenis plastik yang paling banyak digunakan untuk berbagai tujuan pengemasan adalah polistiren, polopropilen, polivinil klorida dan akrilik.

Kemasan plastik memiliki kelemahan yaitu kebanyakan kemasan plastik tidak tahan terhadap temperature tinggi.

Contoh penggunaan kemasan plastik pada produk berbeda-beda tergantung pada jenis plastiknya.

Misalnya kemasan plastik untuk air mineral, untuk pembuatan kotak bagasi, helm, suku cadang, perlengkapan otomobil, makanan ringan, pengemasan kosmetik, minyak, roti tawar, dan lain sebagainya.

Kemasan Logam

Kemasan logam mempunyai kekuatan mekanik yang sangat baik. Jenis logam yang biasa digunakan dalam pengemasan adalah baja dan kaleng logam.

Kemasan yang berbahan dasar logam dapat menahan benturan, dapat diisi dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama serta sangat ekonomis untuk pemakaian jangka panjang karena dapat digunakan berulang-ulang.

Kaleng logam dibuat dari plat baja dengan lapisan timah di kedua sisinya. Contoh produk yang menggunakan kemasan kaleng logam adalah kornet, buah-buahan yang diawetkan, sarden, dan lain sebagainya.

Kemasan yang terbuat dari baja pada umumnya digunakan untuk menyimpan dan mengirim berbagai macam produk, misalnya alkali, cat, pengencer, syirup dan lain sebagainya.

Kemasan Foil

Foil merupakan lembaran yang berbahan baku logam dengan ketebalan kurang dari 0.15 mm.

Aluminium foil memiliki sifat kedap air yang sangat baik, permukaannya dapat memantulkan cahaya sehingga penampilannya menarik, permukaannya licin, dapat dibentuk sesuai dengan keinginan dan mudah dilipat, tidak terpengaruh oeh sinar, tidak berbau, tidak beracun dan lebih hygienis, tahan terhadap temperatur tinggi hingga di atas 290 derajat Celcius.

Ada beberapa contoh produk yang menggunakan kemasan foil yaitu obat-obatan, bahan kimia, jam, selai dan saos, makanan beku, dan lain sebagainya.

Kemasan Film

Kemasan film adalah kemasan yang berbentuk lembaran fleksibel, tidak berserat serta tidak tidak mengandung bahan metalik dengan ketebalan kurang dari 0.01 inch.

Ada berbagai macam jenis film yaitu polystyrene, polyester, nilon, fluorocarbon, polycarbonate, evakopolimer dan lain-lain.

Contoh dari produk yang menggunakan kemasan film adalah pengemasan tembakau, biscuit, kabel, pupuk, obat-obatan, pestisida dan lain sebagainya.

Leave a Comment